Sukses Bentuk Forum Diskusi Petani Berbasis Aplikasi, Among Tani CROP Kota Batu Raih Penghargaan Terbaik

Sukses Bentuk Forum Diskusi Petani Berbasis Aplikasi, Among Tani CROP Kota Batu Raih Penghargaan Terbaik
Sukses Bentuk Forum Diskusi Petani Berbasis Aplikasi, Among Tani CROP Kota Batu Raih Penghargaan Terbaik

AGROPOLITAN.TV, Madiun,Jawa Timur-  Among Tani CROP (Cepat Respon Opini Publik) Pemerintah Kota Batu terpilih menjadi Finalis 3 Terbaik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) untuk Kategori Khusus Jawa Timur 2022.

Penghargaan ini diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso, di Kabupaten Madiun, Rabu (7/12) siang. 

Wakil Wali Kota Batu menjelaskan Among Tani CROP merupakan aplikasi di bidang pertanian yang berfungsi sebagai penyedia informasi dan forum diskusi petani dengan ahli tani dengan berbagai fitur unggulan. 

Salah satunya adalah fitur keluhan yang dapat membantu petani dalam mencari solusi menangani serangan organisme pengganggu tanaman. 

"Dengan adanya Among Tani CROP kami berharap ada peningkatan kualitas hasil pertanian serta mendorong penggunaan metode penanaman organik. Karena itu, dengan metode penanaman organik juga akan berdampak pada sumber mata air bisa tetap terjaga dari pencemaran," ujar Punjul. 

Among Tani CROP ini juga bergerak melakukan penanganan hama penyakit tanaman di Kota Batu.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersinergi dengan petani, tenaga pendamping petani, petugas penyuluh lapang dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

"Perlu kami sampaikan bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) akan memaksimalkan aplikasi ini untuk penanganan keluhan petani dapat diselesaikan dalam 3x24 jam. Selain itu dalam Among Tani CROP memiliki banyak layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Batu," ungkapnya. 

Beberapa layanan di aplikasi tersebut meliputi lapor keluhan, ajukan PH, konsultasi pertanian, media informasi, peta sebaran, informasi cuaca, informasi harga hasil pertanian, artikel pertanian, video edukasi, buku digital, majalah digital hingga buku panduan. 

Menariknya lagi, para tim penilai ingin mekanisme bisa replikasi dan diterapkan di daerah lain. Selain itu, ada usulan untuk pembuatan katalog replikasi agar Among Tani CROP bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia. (Prokopim/yc).