Semarak Agustusan UMM, Lomba Egrang hingga Jembatan Fashion Week

Semarak Agustusan UMM, Lomba Egrang hingga Jembatan Fashion Week

Agropolitan TV - Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menyiapkan rangkaian panjang perayaan. Salah satunya beragam lomba unik dan menarik yang dilaksanakan sejak Sabtu (13/8) lalu hingga nanti pada akhir bulan Agustus. Tidak hanya lomba yang mengandalkan ketangkasan, semarak Agustusan UMM juga melestarikan permainan tradisional seperti egrang dan bakiak.

Ketua Pelaksana Agustusan UMM Frendy Aru Fantiro, M.Pd. menjelaskan bahwa rangkaian ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan oleh Kampus Putih. Sempat terhenti karena pandemi, perayaan kemerdekaan RI ini menjadi wadah euforia merayakan dan silaturahmi antar sivitas akademika yang ada di UMM.

“Pada tanggal 17 Agustus nanti, upacara yang kami laksanakan akan diwarnai dengan para peserta yang mengenakan pakaian adat dan nuansa kemerdekaan. UMM ingin memberikan suasana baru setelah dua tahun tidak menggelar upacara. Kami juga akan mengundang anak-anak sekolah dasar (SD) untuk mengikuti lomba. Salah satunya lomba UMM Fashion Kids yang akan mendorong mereka untuk lebih kreatif dan percaya diri. Jadi, sederet perlombaan yang disiapkan tidak diperuntukkan bagi sivitas kami saja, tapi juga untuk pihak eksternal seperti anak-anak SD ini,” tambahnya.

Frendy, begitu ia kerap disapa menambahkan bahwa antusiasime peserta lomba sangat tinggi. Hal itu terjadi karena sudah lama tidak ada acara yang mempertemukan banyak orang dalam satu waktu. Adapun pada Selasa (16/8) beberapa  perlombaan dilangsungkan. Mulai dari gerak jalan kreatif yang mengadu koordinasi dan kekreatifan peserta hingga lomba kayuh bebek yang diadakan di danau Kampus Putih UMM.

“Pada hari yang sama, ada juga kompetisi Jembatan Fashion Show yang menyajikan kostum-kostum menarik dari mahasiswa maupun pegawai dan dosen. Lomba ini memang terinspirasi dari Citayam Fashion Show, tapi ini kami laksanakan di jembatan depan GKB I dengan beberapa inovasi agar lebih menarik,” ungkap Frendy.

Di sisi lain, salah satu mahasiswa peserta lomba Nurul Hamidah mengaku sangat menunggu rentetan lomba Agustusan UMM tahun ini. Apalagi di dua tahun sebelumnya, agenda ini tidak bisa terlaksana karena pandemi. Menurutnya, perayaan kemerdakaan merupakan momen yang tepat untuk membangun kebersamaan dan kerjasama sehingga dapat memajukan Indonesia dengan berbagai upaya.

“Salah satu wadah yang bagus adalah melalui lomba-lomba ini. Tidak sekadar berkompetisi, tapi juga menjalin silturahmi yang nantinya bisa menjadi pondasi membangun Indonesia bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap perayaan Kemerdekaan Indonesia ini bisa dimaknai lebih dalam oleh generasi muda. Bagaimana semangat kemerdekaan senantiasa mendorong mereka untuk membekali diri dengan kemampuan yang mumpuni. Dengan begitu, mereka bisa mengambil peran untuk memajukan bangsa.