Selain Tatap Muka Terbatas, SMP Negeri 6 Singosari Juga Terapkan Hybrid Learning

SMP Negeri 6 Singosari mulai tanggal 7 September telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Terkait hal tersebut pihak sekolah juga menerapkan hybrid learning untuk para siswa siswinya.

Selain Tatap Muka Terbatas, SMP Negeri 6 Singosari Juga Terapkan Hybrid Learning
Selain Tatap Muka Terbatas, SMP Negeri 6 Singosari Juga Terapkan Hybrid Learning

AGROPOLITAN.TV - Disampaikan oleh wakil kepala sekolah SMP Negeri 6 Singosari bidang kurikulum, Ismi Rahayu, bahwa SMP Negeri 6 Singosari telah mengadakan simulasi kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas, dimana dalam tahap ini jumlah maksimal siswa yang masuk yaitu hanya 30 % perkelasnya. Tahap ini sendiri merupakan tahap uji coba oleh SMP Negeri 6, dikarenakan sebelumnya sekolah belum pernah melakukan ini.

Untuk teknisnya siswa yang maauk yaitu secara bergantian, dimulai dengan siswa kelas 7 dengan nomor absen ganjil pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan siswa kelas 7 nomor absen genap di hari berikutnya dan seterusnya. Selain itu, pihak sekolah juga menggunakan program hybrid learning, dimana dalam prosesnya terdapat 2 proses yaitu daring dan luring. Proses pembelajaran secara daring tetap berjalan dikarenakan maaih terdapat siswa yang mengikuti pembelajaran secara online dirumah.

Nantinya pihak sekolah juga akan coba mengkonfirmasi terkait beberapa kendala dalam pembelajaran. Baik secara daring maupun luring. Untuk waktu pembelajaran, dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas hanya dibatasi yaitu 4 mata pelajaran sbanyak 30 menit per mata pelajaran. Sedangkan untuk kegiatan secara daring atau online tetap 30 menit tetapi setiap harinya terdapat 2 mata pelajaran. Dan kegiatan pembelajaran ini nantinya setiap siswa akan mendapat 2 kali pembelajaran tatap muka dalam 1 minggu.

Sementara itu, para siswa juga antusias mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, hal tersebut disampaikan Nazwa Alifiah Kirani dan Dery Lukman Setiawan, siswa siswi SMP Negeri 6 Singosari yang mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas kali ini. Keduanya mengaku senang dengan pembelajaran tatap muka ini, mereka menyatakan bahwa pembelajaran yang selama ini dilakukan secara online kurang maksimal sehingga para siswa kurang dapat mengerti materi yang disampaikan.

Abraham Patrikha ATV