Polres Batu Gelar Rilis Kasus Penganiayaan Balita

Kurang dari 1x24 jam, Satuan Reskrim Polres Batu berhasil menangkap tersangka penganiaya balita hingga alami luka serius di sekujur tubuh. Yang merupakan calon ayah tiri korban. Kepada polisi, pelaku mengaku tega menyiksa calon anak tirinya karena kesal, korban kerap rewel dan tidak menuruti perintah pelaku.

Polres Batu Gelar Rilis Kasus Penganiayaan Balita
Polres Batu Gelar Rilis Kasus Penganiayaan Balita

AGROPOLITAN.TV - Polres Batu menggelar rilis kasus penganiayaan balita di Kota Batu. Kurang dari 1x24 jam, Satuan Reskrim Polres Batu berhasil menangkap tersangka penganiaya balita hingga alami luka serius di sekujur tubuh. Yang merupakan calon ayah tiri korban. Pelaku adalah W, 25 tahun,Warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo,Kota Batu, yang tak lain adalah kekasih ibu balita korban penganiayaan.

Kapolres Batu, AKBP. I Nyoman Yogi Hermawan menjelaskan, tersangka mengaku, menganiaya korban berinisial N, saat ibu korban tidak ada dirumah. Aksi kekerasan ini, dilakukan pelaku sejak tinggal serumah dengan pacarnya Agustus lalu.

Setelah didalami motif pelaku, hanya karena masalah sepele, yakni korban kerap rewel saat diasuh dan dimandikan oleh tersangka. Selain karena bukaan anak kandung biologisnya. Bahkan pelaku menganggap korban hanyalah beban ekonomi yang merepotkan.

Dari hasil visum, akibat kekerasan yang dilakukan tersangka, korban yang berusia 2,5 tahun tersebut, menderita luka memar, luka robek, hingga melepuh di bagian wajah, bibir, tangan, hingga kaki. Luka tersebut disebabkan sundutan rokok, pukulan, hingga siraman air panas. Kini korban di rawat di Rs Hasta Brata Kota Batu untuk mendapatkan perawatan intensif.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Dari tangan pelaku, polisi amankan barang bukti berupa bak mandi bayi, gayung untuk menyiram air panas, dan panci untuk memanaskan air. Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatannya dengan sadar dan tanpa pengaruh alkohol dan obat obatan.

Atas perbuatannya pelaku diganjar pasal 80 ayat 2 Jo 76 C UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.

Ary Punka Aji ATV