Pemkot Batu Bebaskan Lahan Relokasi Untuk 3 Warga Terdampak Banjir Bandang

Pada masa transisi darurat bencana banjir bandang Kota Batu, selain normalisasi sungai, pemerintah Kota Batu juga fokus pada relokasi warga terdampak. Rencananya, pemkot batu akan membebaskan tanah yang berada di lahan kosong di dekat rumah kepala Desa Bulukerto dengan luas 180 meter persegi untuk 3 warga terdampak yang tidak mempunyai lahan pribadi.

Pemkot Batu Bebaskan Lahan Relokasi Untuk 3 Warga Terdampak Banjir Bandang
Pemkot Batu Bebaskan Lahan Relokasi Untuk 3 Warga Terdampak Banjir Bandang

AGROPOLITAN.TV - Komandan satgas tanggap darurat bencana Kota Batu, Punjul Santoso menyatakan, selama masa transisi pemulihan pihaknya akan melakukan berbagai normalisasi.dimulai dari melakukan pengerjaan rumah-rumah warga yang rusak hingga pembenahan fasilitas umum.

Masa transisi darurat ke pemulihan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera.meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan dan perbaikan darurat seperti memperbaiki rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

Dengan berbagai kegiatan yang tak bisa dilakukan dalam waktu singkat tersebut,pihaknya menetapkan masa transisi akan berjalan selama dua bulan.mengenai proses perbaikan rumah bagi korban banjir bandang yang rumahnya hilang.Pemkot Batu berencana mencarikan lahan lain bagi keluarga yang tak memiliki lahan selain di tempat semula.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Dari delapan rumah yang hanyut karena banjir bandang. Ada tiga rumah yang tidak memiliki lahan selain di lokasi awal. Oleh karena itu pihaknya, akan mencarikan lahan yang lebih aman sehingga bisa ditempati oleh mereka,

pembangunan rumah tersebut nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pup, hal itu sesuai instruksi presiden agar rumah warga yang hilang bisa segera terbangun. Tiga rumah yang akan dibelikan tanah tersebut rencananya akan berada di lahan kosong yang lokasi di dekat rumah kepala Desa Bulukerto.

Pemkot Batu akan melobi pemilik tanah agar harga beli bisa lebih murah. Mengingat rencana pembangunan rumah di lahan tersebut karena adanya bencana alam. Untuk diketahui, harga tanah di lahan yang rencananya dibangun rumah tersebut sebesar Rp 2 juta per meternya. Secara pasti Pemkot Batu belum memutuskan akan membeli lahan seberapa luas. Meski begitu pihaknya merincikan, setiap rumah paling tidak membutuhkan lahan seluas 60 meter persegi. Sehingga jika terdapat tiga rumah yang akan dibangun. Pemkot Batu membutuhkan lahan seluas 180 meter persegi.

Lebih lanjut,untuk pembelian tanah tersebut, Punjul menjelaskan, selain menggunakan anggaran Pemkot Batu juga akan menggunakan dana sumbangan dari masyarakat. Mengingat harga tanah di lokasi tersebut lumayan mahal. Selain melakukan pembangunan rumah warga, pada masa transisi pemulihan ini,pihaknya juga akan melakukan reboisasi di sepanjang 4 kilometer bantaran sungai yang menyebabkan banjir bandang itu.

Ary Punka Aji ATV