Pascasarjana UIN Malang Dorong Peneliti Indonesia Bebas Dari Imperialisme Barat

Pascasarjana UIN Malang mendorong peneliti Indonesia khususnya mahasiswa yang menempuh studi di kampusnya agar bebas dan merdeka dari imperialisme barat. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Malang Drs. H. Basri, M.A, Ph.D saat membuka Seminar Nasional Current Trends On Research Methodology In Language Teaching secara daring pada Selasa pagi.

Pascasarjana UIN Malang Dorong Peneliti Indonesia Bebas Dari Imperialisme Barat
Pascasarjana UIN Malang Dorong Peneliti Indonesia Bebas Dari Imperialisme Barat

AGROPOLITAN.TV- Pascasarjana UIN Malang mendorong peneliti Indonesia khususnya mahasiswa yang menempuh studi di kampusnya agar bebas dan merdeka dari imperialisme barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Malang Drs. H. Basri, M.A, Ph.D saat membuka Seminar Nasional Current Trends On Research Methodology In Language Teaching secara daring pada Selasa pagi.

Menirut Basri Selama  ini, sebagian peneliti di Indonesia  dijebak dan dikungkung dan tidak bisa lepas dari Collective Memory Of Imperialism.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Pria lulusan University of Arkansas USA ini membeberkan setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perenungan bersama  oleh para pemegang kebijakan dan mahasiswa Indonesia.

Menurutnya, penelitian yang lahir pada abad 19-20 merupakan waktu yang cukup lampau sehingga design dan paradigmanya pun tergolong kuno.

Sebab itu, para peneliti Indonesia seharusnya keluar dari kungkungan tersebut dan hadir dengan kebebasan baru.

Dari seminar bertema Nasional Current Trends On Research Methodology In Language Teaching ini  UIN Malang  meminta mahasiswa lebih disiplin dan konsisten mengembangkan literasi dengan cara membaca referensi tidak hanya satu buku.

Melalui kegiatan ini, pihak UIN berharap mahasiswa dapat memperkaya dan mengembangkan pengetahuannya tentang metode penelitian yang kian berkembang.

Pascasarjana UIN Malang bertekad dalam tiga minggu sekali akan menggelar diskusi ilmiah dengan berorientasi kepada kualitas bahasan, bukan kuantitas.

sementara Dr sutaman salah satu pemateri yang juga  kepala program study S3 Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang menyampaikan bahwa penelitian tentang kebahasaan pada isu-isu PBA kian berkembang.

Saat ini, lanjutnya, masih banyak mahasiswa yang belum terbiasa mengakses perkembangan penelitian kebahasaan terutama Bahasa Arab, padahal Bahasa Arab memiliki karakter yang lebih unik dari pada bahasa lain.

Bahasa Arab adalah bahasa yang konsisten dan tidak bisa berubah yang disebut bahasa Fusha. Hal ini tidak bisa diubah oleh perkembangan zaman.

Selain itu, Bahasa Arab adalah alat komunikasi yang digunakan kalangan internasional. Meskipun dalam praktiknya, masih terbilang kalah dari Bahasa Inggris.

SAIFUL AKBAR ATV