OPERASI GEMPUR II, BEA CUKAI MALANG LAKUKAN OPERASI GABUNGAN MEMBERANTAS PEREDARAN MMEA DAN ROKOK ILEGAL

OPERASI GEMPUR II, BEA CUKAI MALANG LAKUKAN OPERASI GABUNGAN MEMBERANTAS PEREDARAN MMEA DAN ROKOK ILEGAL

Agropolitan TV -  Malang – Sebagai bentuk pelaksanaan Operasi Gempur II dan juga mewujudkan pelaksanaan realisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Bea Cukai Malang kembali melaksanakan kegiatan operasi gabungan bersama Pemerintah Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir toko – toko yang ada di wilayah Kecamatan Ngajum, Kromengan dan Sumberpucung.

Dari hasil pemeriksaan didapati 2 (dua) toko yang menyimpan dan menyediakan untuk dijual Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) Jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM)
berbagai merek tanpa dilekati pita cukai sebanyak 87 bungkus dengan total 1.504 batang. Atas
temuan barang tersebut kemudian dilakukan penegahan dan dibawa ke Kantor Bea Cukai
Malang.
Setelah melakukan operasi gabungan, Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Bea Cukai Malang mendapatkan informasi bahwa terdapat pengiriman BKC jenis Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tanpa dilekati pita cukai melalui sinergi informasi Tim
Cyber Patrol. Informasi dari Tim Cyber Patrol mendapati adanya pengiriman MMEA ilegal melalui jasa ekspedisi JNE dari wilayah Bali menuju Malang dengan nomor Resi pengiriman nomor 050420019445622 dan 050420019446522.

Berbekal informasi tersebut, Tim kemudian melalukan tracking secara berkala. Setelah
mengetahui lokasi barang, Tim segera melakukan pemeriksaan di Jasa Ekspedisi JNE
Express Gudang Inbound. Dari hasil pemeriksaan didapati adanya pengiriman BKC MMEA jenis Arak Bali tanpa dilekati pita cukai sebanyak 2 koli = 81 botol @ 600 ml dengan kadar ±35%. Atas penindakan tersebut Tim kemudian membawa barang ke Kantor Bea Cukai Malang.

Selanjutnya, Tim melakukan kegiatan patroli darat dan melakukan pemeriksaan terhadap
Jasa Ekspedisi JNT Cargo MLG005A di Jalan Raya Krebet RT 23 RW 5, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dari hasil pemeriksaan kedapatan BKC HT jenis SKM merek Fajar Bold sebanyak 490 bungkus dengan total 9.800 batang tanpa dilekati pita cukai. Atas penindakan tersebut tim kemudian membawa barang ke Kantor Bea Cukai Malang untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Dalam kegiatan ini Tim juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada Masyarakat dan jasa ekspedisi agar tidak menerima pengiriman BKC HT ilegal. Selain itu Tim juga melakukan
penempelan stiker terkait larangan melakukan pengiriman rokok ilegal. Dari hasil penindakan
tersebut ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp Rp 10.670.400,00 dengan total
perkiraan nilai barang mencapai Rp Rp 14.830.560,00. “Kami akan selalu bekerja maksimal untuk memberantas peredaran Barang Kena Cukai ilegal, termasuk menindak tegas atas pengiriman BKC Ilegal yang dapat merugikan masyarakat dan menimbulkan kerugian negara” tegas Gunawan Tri Wibowo, Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang.