Kerjasama FKIP UMM-Kaltim tuntaskan sertifikasi 1.235 guru

Kerjasama FKIP UMM-Kaltim tuntaskan sertifikasi 1.235 guru
kolaborasi tuntaskan sertifikasi kaltim

Agropolitan TV. Sebanyak 1.235 guru di Kalimantan Timur (Kaltim) belum menyelesaikan proses sertifikasi guru. Oleh karena itu, tim Kesekretariatan Kalimantan Timur berkunjung ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk melakukan kerjasama. Adapun kolaborasi yang dilaksanakan pada Februari lalu itu untuk menuntaskan sertifikasi di Kaltim.

Didi Rusdiansyah selaku Staf Ahli Gubernur Bidang dua mengatakan, masalah sertifikasi guru di Kaltim memang mendesak untuk dilakukan percepatan. Pasalnya, pada rentang 2021-2025, ada 912 guru Sekolah Menengah Atas (SMA)  sederajat di Kalimantan Timur yang akan pensiun.  

“Kami sebelumnya telah berdiskusi dengan Kemendikbud Kaltim dan mendapat arahan untuk mendorong guru-guru kami mengikuti seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Guru yang terseleksi, nantinya bisa dipilah untuk dapat didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ungkap Didi.

Didi berharap FKIP UMM bisa memfasilitasi guru-guru yang ada di Kalimantan Timur untuk mendapatkan sertifikasi PPG. Mulai dari persiapan seleksi, pelaksanaan, hingga persiapan menuju uji kompetensi. Ia juga menargetkan proses percepatan bisa menjadi 6 tahun yang awalnya diperkirakan 12 tahun.

Dalam kesempatan itu, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menegaskan bahwa FKIP UMM siap memfasilitasi kebutuhan Kalimantan timur. Utamnaya terkait aspek-aspek pendidikan. Karena hal itu sejalan dengan visi misi fakultas untuk menjadi bagian dari pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan. 

“Kami menyadari sinergisitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi sangat penting. Khususnya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Untuk mengatasi masalah kekurangan guru di Kaltim, program PPG UMM juga menyiapkan skema prajabatan. Bisa juga melalui skema pelaksanaan kuliah di UMM maupun pelaksanaan PPL di sekolah di Kalimantan Timur yang kekurangan guru,” pungkasnya. 

Ia menambahkan, UMM dan Dinas Pendidikan Kalimantan Timur juga akan menyiapkan skema sertifikasi profesi bagi siswa-siswa SMK di Kalimantan Timur. Sehingga mereka bisa langsung diterjunkan untuk berkarya.

Kunjungan itu juga disambut baik oleh Wakil Rektor IV, Dr. Sidik Sunaryo, S.H., M.Si. Menurutnya, FKIP sebagai tonggak awal berdirinya UMM telah memiliki pengalaman panjang terkait peningkatan profesionalisme guru. 

“Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan dampak yang signifikan. Pimpinan kampus pun akan mendukung kerja sama dengan Kesekretariatan Daerah Kaltim dengan FKIP UMM,” terangnya.