Kembali Terapkan PTM 50 Persen Gara Gara Lonjakan Kasus Covid 19

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang kembali menerapkan pendidikan tatap muka terbatas 50 persen atau setengah dari jumlah siswa baik tingkat TK, SD maupun SMP. Sebelumnya sejak awal Januari 2022 Pemkot Malang sudah menerapkan pendidikan tatap muka 100 persen.

Kembali Terapkan PTM 50 Persen Gara Gara Lonjakan Kasus Covid 19
Kembali Terapkan PTM 50 Persen Gara Gara Lonjakan Kasus Covid 19

AGROPOLITAN.TV - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang kembali menerapkan pendidikan tatap muka terbatas 50 persen atau setengah dari jumlah siswa baik tingkat TK, SD maupun SMP. Sebelumnya sejak awal Januari 2022 Pemkot Malang sudah menerapkan pendidikan tatap muka 100 persen.

Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas diterapkan sejak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi wilayah dengan status PPKM level 2 harus PTM maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Sebagian besar kota dan kabupaten di Jawa Timur saat ini masuk status level 2, dengan indikator ada lonjakan kasus penderita Covid 19, termasuk Kota Malang sehingga proses pembelajaran di sekolah wajib dibatasi baik siswa maupun jam pembelajaran.

SDN Dinoyo 01 salah satunya, sejak hari jumat 4 Februari kemarin sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas 50 persen dari keseluruhan jumlah siswanya. Meski agak berat, namun pihak sekolah taat dan mengikuti kebijakan  Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan ptm 50 persen.

Kepala sekolah SDN 01 Dinoyo Nurul Hidayatus menegaskan dalam penerapan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), diberlakukan sistem absensi, dimana siswa bisa masuk bergantian setiap hari ada yang offline atau ikut pembelajaran di sekolah dan ada yang online ikut pembelajaran dari rumah.

Seperti pada penerapan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah pernah diterapkan, pihak sekolah juga kembali mengetatkan protokol kesehatan saat di lingkungan sekolah ataupun ruang kelas. Mulai dari saat murid masuk wajib menjalani protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, cek suhu badan, mencuci tangan sampai penerapan jaga jarak.

Bahkan untuk meningkatkan protokol kesehatan, setiap murid wajib membawa hand sanitizer sendiri serta masker cadangan, meskipun untuk sarana prokes pihak sekolah yang berpredikat adiwiyata ini sudah melengkapinya.

Saiful Akbar ATV