Kampung Limo Pandanwangi Masuk Tahapan Kedua Penilaian Lomba Urban Farming

Memanfaatan lahan sempit di perkotaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota malang gagas program urban farming di tingkat kecamatan. Program tersebut di wujudkan dengan di adakanya lomba urban farming. Mulai tingkat kecamatan kelurahan hingga rt Rw.

Kampung Limo Pandanwangi Masuk Tahapan Kedua Penilaian Lomba Urban Farming

AGROPOLITAN. TV - Kota Batu. Mensiasati pemanfaatan lahan sempit di perkotaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota malang gagas program urban farming ditingkat kecamatan.

Program tersebut di wujudkan dengan di adakanya lomba urban farming di tingkat kecamatan kelurahan hingga rt Rw.

Salah satu peserta lomba urban farming berada di kelurahan pandanwangi kecamatan blimbing tepatnya di kampoeng limo rt 05 Rw 10 yang masuk  salah satu nominator dalam penilaian kampung urban farming di wilayah kota malang.

Dalam peninjuan  penilaian   tahap kedua kali ini, tim juri dari dinas Ketahanan pangan dan pertanian kota malang secara detail melihat secara langsung keberlangsungan kampoeng limo, yang sudah sudah menerapkan urban farming dengan melakukan penanaman jenis sayuran, tanaman toga, sekaligus produk hasil olahan warga dari program urban farming.

Ketua rw 10 anang tis mengungkapkan RW X Pandanwangi terpilih mewakili kelurahan Pandanwangi, selain Jodipan dan Balearjosari yang juga mewakili kelurahan di wilayah Kecamatan Blimbing setelah melalui rangkaian survei oleh tim panitia dari pihak penyelenggara dinas Ketahanan pangan.

Sebagai salah satu nominator, di awal bulan Agustus ini, kampung limo pandanwagi kembali melalui tahapan penilaian tahap kedua  oleh tim juri dengan melihat langsung perkembangan urban farming yang selama ini di terapkan. ucar Anang Tis, Ketua RW 10 Kampoeng Limo Pandanwangi

Sementara dalam peninjauan tim juri  dari pihak  dinas ketahanan pangan dan pertanian kota malang  di dampingin lurah pandan wangi, secara detail melihat langsung keberadaan  kampung limo dengan menyusuri jalan serta gang gang  rumah warga dimana disetiap halaman sudah di tanamni dengan beragam jenis tanaman baik tanaman hias, sayuran maupun jenis tanaman toga atau obat tidak terkecuali melihat demplot (atau pekarangan penyuluhan pertanian) yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah).

Dalam penilaian tahap kedua ini, tim juri juga melihat produk olahan dari hasil urban farming, mulai dari produk minuman herbal, makanan sampai produk kosmetik berupa face pray.

Setidaknya ada 67 hasil olahan yang di pamerkan dalam tahap penilaian kedua ini baik berupa makanan dan minuman olahan, kosmetik, Marcendise, yang kesemuanya merupakan hasil olahan dari bahan urban farming di kampung limo seperti sayur, buah maupun jenis tanaman toga.

Arsip administrasi laporan kegiatan juga tidak lepas dari penilaian oleh tim juri, mengingat ada beberapa point penilaian yang akan menentukan  peserta lomba urban farming  masuk 12 besar nominator kampung urban farming. Tutur M.Ridwan, ketua tim juri (Dispangtan) kota malang.

Sementara, Lurah Pandanwangi, Fauzan Indra S. menyampaikan bahwa sebenarnya pihak kelurahan sudah cukup lama mengonsep kampung Urban Farming di wilayahnya.

Fauzan mengungkapkan ada beberapa hal yang dilihat sebagai kelebihan RW X Pandanwangi dibandingkan wilayah yang lain sehingga pilihan dijatuhkan kepada RW X sebagai peserta lomba urban farming tingkat Kota Malang ini. Yang pertama adalah kekompakan warganya, dan alasan lainnya adalah Ketua RW dan Ketua PKK tingkat RW ini mampu merangkul semua warganya untuk mengolah potensi yang ada.

Penilaian tahap ketiga akan kembali di lakukan di kampung limo kelurahan pandan wangi pada bulan September nanti.

Jurnalis : Akbar Atv                                                                

Editor : Helmin Sao