Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM

Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM
Peserta training bersama PT SMILE yang berkunjung ke training center UMM
Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM
Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM

Agropolitan TV. Kondisi demografi Jepang saat ini tengah mengalami kemunduran, khususnya pada usia muda. Tercatat, hanya ada 14 juta penduduk usia muda di Jepang, sedangkan 36 juta penduduk negeri sakura adalah lanjut usia (lansia). Maka, Jepang beberapa tahun belakangan mengimpor pekerja dari berbagai negara, salah satunya l Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Goto Masaki, perwakilan pemerintahan Jepang prefektur Miyagi saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 21 Desember lalu.

Adapun kedatangannya dan rombongan ingin meninjau langsung training center yang dimiliki UMM. Dengan begitu, mereka bisa memastikan kualitas SDM yang dilahirkan sehingga bisa direkrut nantinya.

Masaki takjub dengan sistem pendidikan UMM yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap bekerja. Bahkan juga memilimi anak usaha seperti hotel, taman rekreasi hingga pom bensin yang mendukung finansial kampus. Hal itu membuatnya yakin untuk bekerjasama dengan UMM, khususnya dalam aspek tenaga kerja.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Jepang saat ini tengah mencari perawat berkualitas yang ditugaskan di panti-panti jompo. Apalagi melihat SDM lokal Jepang yang semakin minim memaksa pemerintah untuk menginpor tenaga kerja.

“Setelah melihat dan berkunjung, saya rasa SDM yang dicetak UMM sangat sesuai dengan apa yang kami harapkan karena siap beradaptasi dan bekerja. Semua disiapkan dengan matang oleh UMM,” tegasnya.

Di sisi lain, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Direktur Vokasi UMM menjelaskan bahwa TC tahun ini diikuti olh 108 peserta. Masa pelatihan untuk perawat dan enam bulan untuk non-perawat. Mereka dilatih dan diberi jalan untuk bisa bekerja di luar negeri. Ia berharap, bukan hanya lulusan vokasi saja yang bisa turut serta, tapi juga lulusan lainnya agar bisa menjadi jembatan penghubung antar SDM dan negara yang dituju.

“Saat ini, total ada lebih dar 70 alumni vokasi UMM yang sedang bekerja di Jepang. Belum lagi jika ditambahkan mereka yang berkarya di Uni Emirat Arab dan negara lainnya. Kami tentu ingin bisa menjadi jembatan bagi siapapun yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja,: kata Tulus.

Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzanm M.Pd. ia menegaskan bahwa Kampus Putih sudah lama mengirimkan mahasiswa atau lulusannya bekerja di Jepang. Kerjasama yang dibangun dengan PT Selmajaya dan pemerintah Jepang, khususnya prefektur Miyagi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM.

“Tentu kami ingin agar peserta TC bisa terus ebrtambah sehingga mampu memberangkatkan ke berbagai negara, termasuk Jepang. Kami juga berharap agar tidak hanya dari Malang saja, tapi juga menjangkau peserta dari luar Malang,” pungkasnya.