Gubernur Jatim Khofifah Gelar Panen Raya Padi Varietas Unggulan di Malang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait pertanian padi, seperti Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk melakukan percepatan masa tanam padi selagi sedang berlangsungnya musim penghujan sehingga ketersediaan air tercukupi.

Gubernur Jatim Khofifah Gelar Panen Raya Padi Varietas Unggulan di Malang
Gubernur Jatim Khofifah Gelar Panen Raya Padi Varietas Unggulan di Malang

AGROPOLITAN.TV - Malang, Jawa Timur-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait pertanian padi, seperti Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk melakukan percepatan masa tanam padi selagi sedang berlangsungnya musim penghujan sehingga ketersediaan air tercukupi, karena hasilnya dapat memaksimalkan produksi panen nantinya.

Hal ini di sampaikan saat melakukan panen raya padi varietas unggul di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (7/7/2022).

“Saya menitipkan pesan kepada semua petani padi, agar dapat melakukan percepatan masa tanam mumpung masih dapat air, mumpung masih musim hujan, pasti akan berdampak pada produksi hasil total dari Padi kita.Selain percepatan masa tanam adalah alih fungsi lahan, lahan Sawah harus dilindungi, petanya harus terkonfirmasi kepada seluruh Institusi tingkat Desa, Kelurahan, tingkat Kecamatan dan semua pihak,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Jawa Timur menambahkan,kabupaten malang termasuk 1 dari 15 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang telah memiliki Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), maka jaga serta kawal guna memastikan bahwa lahan pertanian dan lahan sawah berkelanjutan ini terlindungi, hal ini merupakan bagian dari upaya tidak sekedar menjaga ketahanan Pangan tapi juga kedaulatan Pangan.

“Selain percepatan masa tanam juga butuh peta yang lebih detail, bagaimana Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB) ini menjadi penting untuk diketahui oleh kita semua dan harus ada landasan hukum yang bisa menjadi referensi, dikerjakan bagi yang telah memiliki Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelas Khofifah.

Diketahui, bahwa luas area sawah di Poktan Morodadi yang siap panen yaitu 60 Ha.Dengan rincian, Padi Inbrida Varietas Inpari 32 seluas 30 Ha dengan rata-rata produksi mencapai 11,9 Ton/Ha. Padi Inbrida Varietas Ciherang seluas 27 Ha dengan rata-rata produksi 10,2 Ton/Ha. Kemudian, Padi Brangbiji yang dikembangkan seluas 3 Ha, dengan rata-rata produksi 7,2.