Gambaran Dan Kronologi Pemanfaatan Sumber Mata Air Banyuning

Komisi B bersama Perumdam Among Tirto sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja lapangan. Hal ini untuk melihat langsung Sumber Mata Air Banyuning yang ada di Desa Punten. Yang rencananya akan dilakukan pemanfaatannya untuk penyaluran air bersih di beberapa tempat di Kota Batu.

Gambaran Dan Kronologi Pemanfaatan Sumber Mata Air Banyuning
Gambaran Dan Kronologi Pemanfaatan Sumber Mata Air Banyuning

AGROPOLITAN.TV - Sumber ini terletak di Desa Punten tidak jauh dari sumber Ngesong, dengan elevasi 978 m (dpl) dengan kap debit sumber sebesar 500 Lt/det. Disamping digunakan oleh PDAM Kota Batu, sumber ini juga dimanfaatkan oleh Swadaya Masyarakat sebesar 20 liter/detik dan PDAM Kota Malang sebesar 100 liter/detik. Saat ini PDAM Kota Batu memanfaatkan Sumber Banyuning sebesar 80 liter / detik untuk melanyani 3 kelurahan antara lain : Kelurahan Ngaglik, Kel. Sisir, Kel.Temas dan SPAM Regional sebesar 80 liter/detik melayani 5 Desa, antara lain :  Desa Tlekung, Desa Junrejo, Desa Oro-oro ombo,Desa Pendem, Desa Beji , Desa Torongrejo dan Desa Mojorejo. Dengan Jumlah pelanggan yang dilayani dari Sumber Banyuning sejumlah 7.866 sambungan rumah.

Pada rapa bersama dengan komisi B DPRD kota batu, perumdam aming tirto menyampaikan kronologi pemanfaatan sumber mata air banyuning. Dimana pada tahun 2003 PDAM kota Batu mendapatkan program Peningkatan Sarana dan Prasarana air bersih dari APBN Tingkat 1 yang difasilitasi oleh Dinas Kimpraswil Kota Batu berupa pembangunan Captering di Sumber Banyuning dan pemasangan jaringan pipa 8 inch. sepanjang -+ 6.300 meter dari Sumber Banyuning sampai dengan Tandon Abdul Gani. yang dilaksanakan oleh CV.Puspasari dan CV.Karya Taruna.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI.

Dalam proses pelaksanaan pekerjaan terjadi kendala berupa penghentian pekerjaan oleh masyarakat. sudah dilakukan proses mediasi dengan perwakilan masyarakat HIPPA (Desa Sidomulyo, Desa Pandanrejo, Desa Bumiaji dan Desa Giripurno) akan tetapi tidak menemui jalan keluar karena komunitas HIPPA beranggapan akan berkurangnya debit aliran sungai brantas untuk irigasi persawahan.

Pada tahun 2009 tepatnya tanggal 23 juli 2009, PDAM Kota Batu dimohon oleh Satuan Kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Provinsi Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan kembali kepada perwakilan masyarakat tersebut diatas agar kegagalan proyek tersebut bisa dilanjutkan kembali akan tetapi perwakilan masyarakat masih melakukan penolakan dengan dasar dasar yang sama. PDAM Kota Batu sudah meminta bantuan kepada Pemkot Batu untuk penyelesaian masalah tersebut akan tetapi tidak ada perkembangan kembali.

Abraham Patrikha ATV