Evaluasi Paska Banjir Bandang, PJT 1 Kasih Tau Penyebabnya

Perum Jasa Tirta (PJT) 1 ajak puluhan jurnalis yang tergabung Forum Jurnalis Peduli Sungai (FJPS) dalam upaya mitigas bencana banjir bandang. Langkah ini dilakukan menyusul adanya bencana alam banjir bandang yang menerjang Kota Batu beberapa waktu lalu.

Evaluasi Paska Banjir Bandang, PJT 1 Kasih Tau Penyebabnya
Evaluasi Paska Banjir Bandang, PJT 1 Kasih Tau Penyebabnya

AGROPOLITAN.TV - Kegiatan yang di pusatkan di Arboretum DAS Brantas ini di hadiri langsung oleh meneger utama regiont 1 PJT  bersama jajaran kehumasan. Dalam pemaparanya , Viari Djajasinga  menjelaskan Perlu kerjasama dengan semua pihak untuk meminimalisasi agar banjir bandang   tidak terjadi lagi di kawasan Kota Batu .

Viari menjelaskan, pihaknya sempat mencari tahu kondisi hulu Sungai Brantas hingga lereng Gunung Arjuna. Dari hasil data yang di  ambil, banjir di Kota Batu terjadi bukan di sungai utama Kali Brantas. melainkan di alur kecil yang terbentuk secara alami dan merupakan aliran dari lereng Gunung Arjuna.

Sebelum terjadinya hujan aliran air cenderung kering dan alirannya kecil. Dalam kondisi normal, debit yang mengalir di alur semacam ini cenderung kecil mengikuti intensitas hujan di hulunya. Ketika debit air hujan tinggi, maka aliran kecil tidak dapat menampung.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Bukan hanya hujan yang menjadi penyebab utama banjir,melainkan debris atau material banjiran yang terbawa oleh aliran air sungai. Tutupan lahan yang kritis ini menjadi pemicu tingginya laju erosi di hulu.

Dari hasil foto udara  di peroleh, banyak terlihat longsoran baru pada lereng-lereng Arjuna. Longsoran ini akan masuk ke alur-alur alami dan membentuk tumpukan yang membendung alur tersebut.

Diketahui bahwa sebagian besar lahan di hulu Brantas cukup kritis. Area dengan tegakan pohon hanya tersisa di lereng - lereng terjal di punggung bukit, selebihnya banyak digunakan sebagai lahan pertanian dan pemukiman.

Untuk menanggulanginya, Viari berharap peran serta kepada pemangku kebijakan, baik Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun Kementerian serta masyarakat untuk membantu dan peduli terhadap sungai. Sehingga upaya tersebut sebagai upaya antisipasi maupun pencegahan.

Saiful Akbar ATV