Diresmikan Walikota, Jembatan Tlogo Mas Sudah Bisa Dilewati

Diresmikan hari ini Kamis 24 Februari, jembatan penghubung Tlogomas Saxophone sudah bisa dilalui kendaraan umum, baik roda dua maupun roda 4. Dalam peresmiannya, Walikota Malang Sutiaji berharap, adanya jalur alternatif penghubung ini, mampu menjadi solusi untuk memecah kemacetan di Kota Malang, sekaligus mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Diresmikan Walikota, Jembatan Tlogo Mas Sudah Bisa Dilewati
Diresmikan Walikota, Jembatan Tlogo Mas Sudah Bisa Dilewati

AGROPOLITAN.TV - Diresmikan hari ini Kamis 24 Februari, jembatan penghubung Tlogomas Saxophone sudah bisa dilalui kendaraan umum, baik roda dua maupun roda 4. Dalam peresmiannya, Walikota Malang Sutiaji berharap, adanya jalur alternatif penghubung ini, mampu menjadi solusi untuk memecah kemacetan di Kota Malang, sekaligus mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Menurut Sutiaji, pembangunan jembatan sepanjang 314 meter ini di kerjakan selama 170 hari pengerjaannya, dengan anggaran APBD yang mencapai 39 milyard lebih. Jembatan Tlogomas Saxophone diperuntukkan bagi kendaraan khususnya kelas III, kendaraan besar sepeti bus dan truk tronton dilarang melintasi. Meski sudah dibuka untuk umum, namun jembatan ini masih akan dilengkapi dengan rambu rambu pengaman, seperti PJU, serta rambu lainya.

Sementara peneliti senior, pusat penelitian kebijakan ekonomi FEB UB Joko Budi Santoso dalam prespektif ekonomi milihat keberadaan Jembatan Tlogomas memiliki benefit yang besar bagi peningkatan aksesibilitas dan konektivitas di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Menurutnya, peningkatan aksesibilitas akan dinikmati oleh masyarakat berupa kemudahan dalam menjangkau pusat pendidikan, pusat ekonomi, kuliner dan pariwisata sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah, lancar, cepat dan terasa lebih dekat. Sedangkan peningkatan konektivitas akan berdampak pada kelancaran distribusi barang.

Mobilitas sumberdaya manusia maupun mobilitas sumberdaya produksi. Hal ini akan meminimumkan transaction cost dan menurunkan high cost ecoomy. Efisiensi ini menajdi kunci di dalam meningkatkan perekonomian wilayah. Selain itu, aktivitas ekonomi di sekitar wilayah Jembatan Tlogomas termasuk di daerah sirip menuju Jembatan Tlogomas akan terus berkembang, khususnya sektor kuliner dan usaha mikro,

Di sisi lain, keberadaan Jembatan Tlogomas juga dapat berdampak pada titik kemacaetan baru di wilayah Jalan Candi Panggung, Saxophone sampai Pendem, termasuk daerah Tegalgondo dan Kepuharjo. Penyelesaian persoalan ini tentunya harus diselesaiakan bersama antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang.

Pelebaran jalan dan pengaturan lalu lintas di daerah sirip menuju Jembatan Tlogomas sebainya segera dilakukan oleh kedua pemerintah daerah ini. Sehingga keberadaan Jembatan Tlogomas tidak hanya memindahkan kemacetan tetapi akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan perekonomian wilayah.

Saiful Akbar ATV