Dampak Kenaikan PPN Terhadap Pelaku Wisata, Hotel Dan Restauran Di Kota Batu

Kenaikan tarif pajak pertambahan nilai atau PPN dari 10 persen ke 11 persen, yang diterapkan oleh pemerintah per 1 April 2022. Menyisakan dampak tersendiri bagi pelaku wisata, hotel dan restoran di Kota Batu. Meski hanya 1% kenaikan PPN yang dibarengi dengan kenaikan hampir seluruh bahan pokok termasuk minyak dunia mempengaruhi biaya produksi. Meski demikian pelaku wisata, hotel dan restoran di kota batu belum akan menaikan harga terlebih daya beli konsumen yang masih belum stabil pasca pandemi Covid-19.

Dampak Kenaikan PPN Terhadap Pelaku Wisata, Hotel Dan Restauran Di Kota Batu
Dampak Kenaikan PPN Terhadap Pelaku Wisata, Hotel Dan Restauran Di Kota Batu

AGROPOLITAN.TV - Pemerintah resmi menaikkan tarif pajak pertambahan nilai atau PPN dari 10 persen ke 11 persen per 1 April 2022. Kenaikan pajak ini sesuai dengan aturan UU no 7 tahun 2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Kenaikan PPN ini, diketahui tidak berdampak untuk barang meliputi makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya. Termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering, yang merupakan objek pajak daerah dan retribusi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Serta uang dan emas batangan untuk kepentingan cadangan devisa negara dan surat berharga juga termasuk barang yang tidak dikenakan PPN.

Sedangkan jasa yang tidak kena PPN yaitu jasa keagamaan, jasa kesenian dan hiburan, jasa perhotelan, jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, jasa tempat parkir, jasa boga dan katering.

Namun, hal ini nampaknya dinilai berbeda oleh pelaku wisata hotel dan restauran di Kota Batu. Pada sudut pandang yang lain, meski hanya 1% kenaikan PPN yang dibarengi dengan kenaikan hampir seluruh bahan pokok termasuk minyak dunia mempengaruhi biaya produksi.                  

Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia atau Phri Kota Batu, Sujud Hariadi, bahwa pihaknya sedikit menyesalkan kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif PPN. Menurutnya, kebijakan tersebut, bakal kembali menekan kinerja industri perhotelan, oleh oleh dan restoran yang relatif terdampak serius akibat pandemi Covid-19. Disisi lain, kenaikan PPN juga bakal menambah biaya produksi.

Terlebih, kebijakan ini ditetapkan seiring dengan harga sejumlah bahan baku atau komoditas di pasar tengah mengalami kenaikan. Sehingga konsekuensinya, usaha oleh-oleh, restoran dan perhotelan dipastikan terkendala dari sisi produksi untuk dapat beroperasi di tengah masa pemulihan ekonomi nasional.

Agar tidak mengalami kerugian, PHRI berencana akan menaikkan harga khususnya terhadap menu makanan di restoran hingga merchandise atau souvenir pada usaha perhotelan secara bertahap, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Ary Punka Aji ATV