Aristoteles (1)

Saat ini sains adalah sebuah proses logika langkah demi langkah. Sains melibatkan pengajuan sebuah usulan dan hipotesis, melakukan percobaan dan pengujian, mengukur dan mencatat hasilnya, dan melihat apakah hasil ini sama dengan hipotesisnya. Dari sinilah dihasilkan pengetahuan berdasarkan pada bukti nyata.

Aristoteles (1)

Sains juga merupakan sebuah ilmu yang praktis. Penerapannya telah menghasilkan beberapa penemuan dan peralatan (pesawat) yang tak terhitung jumlahnya, dari pengungkit, roda, jam, sampai komputer, mobil, dam televisi.


HIPOTESIS = usulan atau saran yang diajukan untuk menerangkan fakta atau peristiwa yang dapat dipelajari dengan cara pengujian dan percobaan.

Namun, ketika dipertimbangkan pertama kali di zaman kuno, sains belum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi orang Yunani Kuno, khususnya, sains merupakan bagian dari kajian mereka tentang filsafat – cara kita berpikir, sifat ilmu pengetahuan dan keberadaan, serta pencarian kebenaran.

FILSAFAT = kajian tentang pengetahuan, kepercayaan, dan pikiran manusia. Filsafat memengaruhi banyk aspek kehidupan kita, seperti bagaimana kita mengetahui sesuatu, mengapa kita percaya pada baik dan buruk, dan mengapap kita menganggap beberapa benda berharga sedangkan benda lain tidak.

Orang terdepan di antara para filsuf Yunani adalah Aristoteles, yang hidup lebih dari 2.300 tahun yang lalu. Dia berpikir dan menulis tentang berbagai macam subjek, dan terutama filsafat sainsnya, dari kajian alam sampai ilmu fisika, akan membentuk cara berpikir ilmiah sampai berabad-abad kemudian. Banyak dari gagasannya sudah jauh ketinggalan zaman. Namun, jika ada orang yang dapat disebut sebagai “nenek moyang sains”, Aristoteles orangnya.


BAB 1

WARISAN ARISTOTELES

Sebelum melihat lebih jauh kehidupan dan karya-karyanya, akan sangan membantu bila kita mengerti tentang dunia yang ditinggalinya, dan bagaimana informasi mengenainya, dan zamannya dapat kita ketahui saat ini.

Kebanyakan pengetahuan kita tentang Yunani Kuno berasal dari buku-buku dan tulisan mereka. Hanya sedikit teks-teks asli yang selamat. Banyak yang telah disalin, diterjemahkan, disalin lagi, dan seterusnya. Masing-masing versi mencerminkan buah pikiran dari orang yang menulisnya. Hal yang sama juga berlaku pada informasi yang didapatkan dalam bentuk lisan. Ini sama dengan permainan berbisik dari satu orang ke orang berikutnya.

Apa yang kita pikir kita ketahui tentang zaman yang sudah lama lewat mungkin tidak tepat. Ini menghasilkan perdebatan di zaman modern ini, antara siapa mengatakan apa, dan kapan. Memilah-milah sumber-sumber informasi yang berbeda adalah bagian dari pencarian ilmu pengetahuan dan kebenaran.

SAINS SEBELUM YUNANI KUNO

Pada zaman Mesopotamia dan Mesir Kuno, lebih dari 3.00 tahun yang lalu, sains muncul dalam bentuk praktis dan berguna. Orang-orang menggunakannya untuk membangun bangunan besar, seperti Piramida, dan menemukan jalan menembus gurun dan lautan. Mereka juga membuat perencanaan dan pengukuran, bekerja dengan angka-angka secara aritmatika dan bentuk-bentuk geometri, untuk mengenal material dan teknik, dan untuk mempelajari bintang-bintang yang bersinar dalam astronomi.

Pengetahuan ilmiah awal telah diterapkan untuk membangung Piramida Besar Mesir Kuno.

YUNANI KUNO

Peradaban Yunani Kuno mulai muncul sekitar 1400 SM. Orang Yunani adalah pedagang yang menjelajahi lautan. Mereka membangun kota, dan bangunan-bangunan yang indah serta banyak karya seni yang bagus. Mereka mengembangkan system hokum, politik, dan pemerintahan yang kompleks.

Sebagian orang Yunani dapat bebas berbicara dan mempunyai suara dalam memilih perwakilan pemerintahan mereka. Tetapi tidak seluruhnya. Ada banyak rakyat jelata dan budak yang hanya memilih sedikit atau tidak mempunyai hak sama sekali. Adanya budak belian yang murah berarti hanya ada sedikit keinginan untuk mengembangkan teknologi yang telah dibuat oleh Mesir dan Mesopotamia. Ilmu teknik dan teknologi berkembang dengan sangat lamban.

Agam dan tradisi Yunani mencakup banyak dewa dan roh. Zeus adalah pemimpin para dewa. Dia tinggal di Gunung Olympus dan melemparkan kilat jika sedang marah. Dewa-dewa, bukan sains, mebantu menerangkan kejadian-kejadian di dunia alam. Matahari dan Bulan, tumbuhan dan hewan, badai dan kilat, penyakit dan wabah, adalah perbuatan para dewa.

FILSUF-FILSUF YUNANI

Orang Yunani telah mengunjungi banyak daerah dan menemui berbagai agama dan kebudayaan. Beberapa orang mulai mempertanyakan dan asumsi mereka sendiri, dan ini membantu munculnya ilmu filsafat.

Istilah “filosofi” atau filsafat berasal dari kata kuno philosophos yang merupakan bahasa Yunani yang berarti “pecinta kebijaksanaan”. Filsafat adalah subjek yang kompleks. Filsafat menjawab berbagai mecam pertanyaan yang tidak dipertimbangkan oleh kebanyakan orang.

  • Bagaimana kita tahu apa yang kita ketahui?
  • Dari manakah asal pikira, kepercayaan, dan pengetahuan kita?
  • Bagaimana kita dapat mengerti atau memutuskan apa yang baik dan buruk, benar atau salah?
  • Apa sebenarnya arti kata pengetahuan, kenyataan, dan kebenaran?

Ilmu filsafat dimulai di Yunani Kuno, kira-kira tahun 600 SM. Para filsuf pertama mencari prinsip-prinsip dasar umum yang akan menerangkan dunia di sekitar mereka. Mereka memperkenalkan metode-metode penalaran, logika, pengamatan, dan bahkan beberapa percobaan. Dalam lingkungan seperti inilah muncul dua filsuf terhebat yaitu Plato dan muridnya, Aristoteles.

LOGIKA = menggunakan pikiran nalar, analisis, dan deduksi untuk menarik kesimpulan atau pandangan, tanpa harus tergantung pada gagasan dan kepercayaan yang tak dapat dibuktikan. Logika terutama terlibat dengan kajian filsafat dan beberapa jenisnya, seperti silogisme.

DEDUKSI = menggunakan nalar dan logika untuk mendapatkan, atau menarik kesimpulan, suatu gagasan atau fakta dari serangkaian kejaian atau pengamatan awal.

SILOGISME = salah satu dari ebebrapa jenis logika atau deduksi, biasanya dalam bentuk : Semua A adalah B. Semua B adalah C. Maka semua A adalah C.