Urban Farming, Omzet Jutaan Rupiah Dari Budidaya Kecambah Rumahan

Seorang pemuda di Kota Malang Jawa Timur sukses berbisnis budidaya kecambah dengan memanfaatkan halaman depan rumah . Alhasil dalam setiap panen dirinya mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah.

AGROPOLITAN. TV - Kota Batu. Manfaatkan lahan sempit di sudut rumahnya, Bintang Burhan warga Arjowinangun Kota Malang mengembangkan bisnis kecambah rumahan miliknya. Sejak pagi dirinya tengah sibuk mempersiapkan puluhan kilo kecambah yang siap dijual kepasar.

pertama-tama, bahan baku utama  biji kacang hijau ditimbang sesuai dengan takaran 1 kilogram kecambah. kacang hijau kemudian dipilah untuk memisahkan antara yang berkualitas baik dengan yang pecah. Kacang berkualitas baik akan berlanjut ke tahap pengolahan  berikutnya . Sedangkan yang pecah dipisah untuk menjaga mutu kecambahnya.

Kacang hijau lalu dicuci hingga bersih menggunakan bak berisi air. Caranya dengan mengaduk dengan tangan hingga bersih, lalu ampasnya dibuang. Setelah kacang bersih siap diproses, tahap selanjutnya adalah mengupas kulit luar kacang.

Caranya dengan diinjak menggunakan kaki yang telah dicuci terlebih dahulu untuk mengeluarkan biji kacang hijau dari kulitnya. Tahap selanjutnya bakal  kecambah direndam selama 7 jam di dalam wadah besar,  usai direndam  kacang lalu ditanam selama 4 hari sebelum siap dipanen.

Usaha ini telah digeluti Bintang selama 2 tahun terakhir, setiap panen  dirinya mampu meraup untung hingga lebih dari 10 juta per bulan.alam budidaya kecambah harus dilakukan di wadah kedap udara dan cukup sinar matahari untuk menghasilkan kualitas kecambah yang baik.  Jika sembarangan dalam tahapan prosesnya, kecambah akan tumbuh dengan kualitas buruk  menguning hingga kecoklatan.

Bagi milenial yang berminat mencoba budidaya kecambah cocok untuk dikembangkan secara urban farming. Masa panen yang singkat dan perawatan yang mudah mampu menjadi solusi bisnis milenial untuk memulai  berwirausaha.

Jurnalis : Saiful Akbar

Editor   : Lusia Sinta