Kios Bunga Barokah Digemari Kalangan Pecinta Bunga

Kios Bunga Barokah ramai pengunjung di akhir pekan, pembeli memilih belanja di Kios Bunga Barokah dikarenakan tempatnya lengkap serta harganya relatif murah dan kondisi tanaman masih segar.

Kios Bunga Barokah Digemari Kalangan Pecinta Bunga
Pelanggan sedang memilih bunga yang di inginkan

AGROPOLITAN.TV- Kota Batu. Salah satu tempat Kios bunga terfavorit di Kota Batu ialah Kios Bunga Barokah, tentunya pada kalangan pecinta bunga sudah tak asing lagi pada nama Kios tersebut, Kios Bunga Barokah ini terletak di jalan bukit berbunga desa Sidomulyo Kota Batu, tempat ini selalu ramai di siang hingga sore hari.                              

Pada akhir pekan yaitu weekend sabtu dan minggu di tempat ini pengunjung selalu ramai untuk membeli berbagai jenis bunga dan tanaman hias, tentunya salah satu alasan yang dikatakan oleh Wati pengunjung asal Kabupaten Malang ia memilih membeli bunga di Kios Bunga Barokah dikarenakan banyaknya berbagai jenis bunga serta pengunjung bisa memilih secara langsung, dan untuk kualitas bunga juga masih dalam kondisi segar.

Lebih lanjut di dalam Kios ini terdapat beraneka macam jenis bunga mulai dari Anggrek beraneka ragam warna, Anthurium, Dendron, Lavender, Krisan, Kaktus, Aglonema, dan tentunya masih banyak yang lainnya. Pengunjung dapat membeli bunga atau memilih sesuai dengan selera yang di inginkan, disamping itu pembeli juga mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara merawat bunga dan menanam bunga hias di tempat ini.

Kios Bunga Barokah menjadi pilihan pengunjung karena keterkaitan kelengkapan dan kualitas kesegaranya serta harga merakyat yang relatif murah. Seikat bunga atau satu pot bunga di Kios Bunga Barokah di bandrol dari Rp. 15.000 – hingga Ratusan Ribu Rupiah, diantaranya bunga Calatea Kencur dikenai Rp. 40.000 per pot, Krisan Rp. 20.000 per pot, bibit Dendro Rp. 15.000 per pot, dan bunga Anggrek Rp. 135.000 per ikat. Selain itu kelebihan Kios Bunga Barokah ini buka setiap hari dari pukul 06.30 pagi – sore WIB.

Jurnalis: Sahrul Aldo Refaldin

Editor   : Lusia Sinta