Walikota Batu Jadikan Kawasan Wisata Songgoriti Jadi Kampung Konservasi Ramah Lingkungan

Dukung pariwisata ramah lingkungan, Walikota Batu merubah Kawasan Wisata Songgoriti Kota Batu menjadi Kampung Konservasi di Kota Batu. Kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Among Tani Foundation (ATF) membuat Kawasan Wisata Songgoriti yang sudah terkenal, memiliki daya tarik lain melalui keindahan alam dan juga wisata ramah lingkungan dan ramah konservasi.

Walikota Batu Jadikan Kawasan Wisata Songgoriti Jadi Kampung Konservasi Ramah Lingkungan

agropolitan.tv -Dukung pariwisata ramah lingkungan, Walikota Batu merubah Kawasan Wisata Songgoriti Kota Batu menjadi Kampung Konservasi di Kota Batu. Kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Among Tani Foundation (ATF)  membuat Kawasan Wisata Songgoriti yang sudah terkenal, memiliki daya tarik lain melalui keindahan alam dan juga wisata ramah lingkungan dan ramah konservasi.

Lewat event bertajuk The Legend of Songgoriti. Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu bekerjasama dengan Among Tani Foundation (ATF) dan Kelurahan Songgokerto mencoba membuat ikon wisata baru di kawasan wisata songgoriti Kota Batu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kota Batu. Seperti Walikota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi, Wakil Walikota Batu H Ir Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo SIK MH, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra SIP MIPol, Kepala Kejaksaan Negeri Batu Supriyanto dan lainnya.

Untuk mendukung songgoriti sebagai wisata ramah lingkungan dan ramah konservasi. DLH bareng ATF menggelar kegiatan jalan sehat lewat aplikasi Batu Tracking 19. Usai jalan sehat, diteruskan dengan kegiatan penanaman pohon cemara sebanyak 370 batang pohon di dekat BBPP Kota Batu. Serta pelepasliaran satwa burung sebanyak 144 ekor burung beragam spesies di Pine Park yang dikelilingi hutan pinus. Satwa yang akan dilepasliarkan dipilih sesuai dengan habitat endemiknya.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, konsep yang ditanam di Songgoriti akan diperluas ke desa/kelurahan lainnya. Desa Sumber Brantas menjadi kawasan kedua yang akan dibuat Kampung Konservasi. Konsep ini lebih difokuskan pada wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Agar tak hanya wisata namun juga mengajak masyarakat dan wisatawan lebih peduli pada alam dan lingkungan.

Pencanangan Kampung Konservasi Songgoriti ditandai dengan penandatanganan komitmen kawasan konservasi yang dilakukan oleh pengurus lingkungan, Kelurahan Songgokerto, dan Forkopimda.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko menginginkan destinasi wisata songgoriti lebih menonjolkan pelestarian ekologi. Sehingga ada wajah baru songgoriti yang disuguhkan kepada pengunjung dan wisatawan.

Dewanti menambahkan gerakan semacam ini harus diteruskan. Apapun yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan harus berkesinambungan dengan partisipasi dari segala elemen. Harapannya ada manfaat, ada daya wisata di Kota Batu dengan lingkungan bersih, udara sejuk dan sehat. Dalam gerakan konservasi, selain ada kelembagaan, terpenting ialah edukasi kepada masyarakat. Pemahaman ini harus diberikan sedini mungkin. Untuk itu, pihaknya akan memasukkan materi ini dalam muatan lokal pembelajaran di tingkat sekolah. Kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan harus diberikan sedari dini. Agar kelak, ada nilai yang terinternalisasi dalam diri masyarakat. 

 

             Ary Fitriaji Atv Melaporkan...