Terapkan Sanitary Landfill, TPA Tlekung Akan Diperluas

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu terus mematangkan rencananya untuk melakukan perluasan Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Namun keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan rencana tersebut.

Terapkan Sanitary Landfill, TPA Tlekung Akan Diperluas

agropolitan.tv -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu terus mematangkan rencananya untuk melakukan perluasan Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Namun keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan rencana tersebut.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu per Oktober lalu, rata-rata jumlah sampah yang masuk ke TPA Tlekung setiap harinya seberat 108 ton. Sementara hingga akhir Oktober, total jumlah sampah yang masuk ke TPA Tlekung mencapai 87.773 meter kubik.

 Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kota Batu, Imron Suyudi, ada sekira satu hektar lahan di TPA Tlekung yang dimanfaatkan untuk menampung sampah atau biasa disebut sel sampah. Ada dua sel sampah di tempat ini, yakni sel aktif dan sel pasif.

 Sel yang sudah tidak dimanfaatkan lagi akan ditimbun tanah, dan inilah yang disebut sel pasif. Sel pasif ini luasnya sekira 30 persen dari luasan lahan. Sementara untuk sel aktif atau sel yang masih dimanfaatkan untuk menampung sampah, luasnya sekira 70 persen.

 Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, semua daerah wajib beralih dari sistem pembuangan terbuka (open dumping) ke sanitary landfill atau lahan uruk terkendali (controlled landfill). Namun karena TPA Tlekung sudah hampir penuh, sistem sanitary landfill masih sulit diterapkan disini.

 Kemungkinan pihak DLH baru akan menerapkan sistem sanitary landfill pada tahun depan. Namun karena lahan yang tersedia sangat terbatas, rencananya pihak DLH akan melakukan perluasan lahan terlebih dahulu. Yakni di sisi barat TPA. Dengan demikian, sistem sanitary landfill baru bisa diterapkan.

 Perluasan lahan akan memanfaatkan lahan milik Perhutani seluas 1,8 hektar. Wacana ini tengah dibahas antara DLH Kota Batu dan Perum Perhutani Divisi Regional Jatim selaku pengelola lahan. Kontur lahan yang berupa cekungan, dinilai cukup sesuai untuk diterapkannya sistem sanitary landfill.

 

 Hasan Syamsuri Atv melaporkan