Tak Kantongi Surat Rapid Puluhan Wisatawan Terjaring Razia

Memasuki hari ketiga libur natal dan tahun baru (nataru) petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub serta BPBD Kota Batu lakukan pengecekan ke sejumlah pengendara plat Luar Kota. Sedikitnya ada 18 wisatawan terjaring razia, dan karena tidak memiliki surat keterangan sehat maupun non reaktif rapid tes. Seluruh wisatawan yang terjaring razia diwajibkan menjalani rapid tes ditempat, hasilnya 1 orang wisatawan reaktif terkonfirm positif covid-19.

Tak Kantongi Surat Rapid Puluhan Wisatawan Terjaring Razia

agropolitan.tv -Memasuki hari ketiga libur natal dan tahun baru (nataru) petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub serta BPBD Kota Batu lakukan pengecekan ke sejumlah pengendara plat Luar Kota. Sedikitnya ada 18 wisatawan terjaring razia, dan karena tidak memiliki surat keterangan sehat maupun non reaktif rapid tes. Seluruh wisatawan yang terjaring razia diwajibkan menjalani rapid tes ditempat, hasilnya 1 orang wisatawan reaktif terkonfirm positif covid-19.

Seperti inilah operasi protokol kesehatan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Kota Batu yang digelar oleh petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub serta BPBD Kota Batu sabtu siang.  Pengecekan sendiri dilakukan di pertigaan pos pendem sejak pukul 10.00 wib.

Sedikitnya ada 18 orang wisatawan terjaring dalam operasi kali ini. Mayoritas wisatawan yang terjaring berasal dari Luar Jawa Timur, Diantaranya Bogor, Bandung, Jakarta dan Kalimantan terjaring razia.

Salah satu pengendara asal Bogor Tonny Hendrico mengaku sudah mengetahui tentang aturan rapid test di Kota Batu. Namun pihaknya belum sempat melakukan rapid dan ketika ada razia ia merasa beruntung karena dapat pemeriksaan secara gratis. Tonny sendiri di Kota Batu hendak berwisata ke sejumlah tempat seperti Jawa Timur Park, Museum Angkut serta wisata alamnya. 

Sementara itu petugas pengendalian pos pendem Ipda Mardiyono menjelaskan sesuai prosedur kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Kota Batu. Para wisatawan yang tidak mempunyai kelengkapan surat kesehatan rapid test, maka langsung dilakukan rapid test di pos 9.0 pendem. Tes ini dilakukan secara sampling. Nantinya jika didapati wisatawan yang tidak mengantongi surat sehat maupun non reaktif rapid maka akan langsung dihalau untuk masuk Kota Batu dan wajib putar arah. 

Sementara itu, dalam operasi ini terdapat salah satu wisatawan dengan hasil reaktif dan langsung di tindak lanjuti  oleh Dinas Kesehatan Kota Batu dengan melakukan pendataan dan diminta untuk langsung meninggalkan Kota Batu. Diketahui salah satu wisatawan tersebut berasal dari Kota Surabaya.

 

Ary Fitriaji Atv melaporkan…