Rekonstruksi Pembunuhan Rekan Sekamar Di Bengkel AC

Petugas Kepolisian Satreskrim Polresta Malang Kota Gelar Rekontruksi Pembunuhan Di Bengkel Ac Family

Rekonstruksi Pembunuhan Rekan Sekamar Di  Bengkel AC

Petugas Kepolisian Satreskrim Polresta Malang Kota Gelar Rekontruksi Pembunuhan Di Bengkel Ac Family  Jalan Letjen S Parman Blimbing Senin Siang.  Dalam Rekonttuksi Tersebut Pelaku Imron Memperagakan 22 Adegan Saat Membunuh Korban Redi Setyo Yang Tak Lain Rekan Kerjanya Sendiri.

Petugas Kepolisian Satreskrim Polresta Malang Kota Gelar Rekontruksi Pembunuhan Di Bengkel Ac Famili  Jalan Letjen S Parman Blimbing Senin Siang.Dalam Rekontruksi Tersebut   Pelaku Imron Memperagakan 22 Adegan Saat Membunuh Korban Redi Setyo Yang Tak Lain Rekan Kerjanya Sendiri.

Rekonstruksi Pembunuhan Yang Terjadi Pada 3 September Lalu Ini Dijaga Ketat Anggota Kepolisian Dan Dihadiri Jaksa Penuntut Umum (Jpu) Serta Kuasa Hukum Tersangka Plh Kbo Reskrim Iptu Rudy Hidajanto, Menegaskan  22 Adegan Itu Diperagakan Sesuai Berita Acara Pemeriksaan (Bap) Hasil Penyidikan.

Menurut Rudi Tidak Ada Fakta Baru, Semua Adegan Diperagakan Secara Gamblang. Dan  Tujuannya Rekonstruksi Ini Juga Mempermudah Jaksa Penuntut Umum Untuk Melakukan Tuntutan.

Dalam Rekonstruksi  Tersebut  Pelaku  Memperagakan Awal Mula Pembunuhan Yang Dilakukan Pada Awal September Lalu. Saat Itu, Imron Dan Redi Terlibat Perselisihan Di Dapur.Korban Sempat Emosi Dan Mengeluarkan Kata-Kata Kotor Atau Umpatan Ke Pelaku.

Keduanya Kemudian Menuju Ke Kamar Di Lantai Dua.Di Sana, Saat Korban Bermain Hp, Pelaku Langsung Mengambil Palu Dan Memukul Kepala Korban Sebanyak Dua Kali Di Bagian Kiri Dan Atas.Korban Seketika Ambruk, Namun Pelaku Masih Memukulkan Palu Ke Pundak Dan Dada.

Setelah Korban Sudah Tidak Bernyawa, Pelaku Menutup Jasad Korban Dengan Jaket Dan Membiarkannya Di Dalam Kamar. Pelaku Kemudian Kabur  Ke Kampung  Halaman Dan Bersembuyi  Di Sekitar Persawahan Sebelum Akhirnya Ditangkap Polisi.

Dari Hasil Penyidikan Ada Indikasi Pembunuhan Direncanakan Sebelum Dilakukan, Jadi Tidak Spontan. Motifnya Pelaku Sakit Hati Dan Dendam Karena Sering Dipisuhi (Dimarahi) Korban Yang Berlangsung Sejak Lama. Atas Perbuatannya, Pelaku Diancam Pasal 340 Kuhp Tentang Pembunuhan Berencana. Dia Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup Atau Hukuman Mati.