Perluas Cakupan Vaksinasi C-19 DP3AP2KB Gelar Vaksinasi Berbasis Keluarga

Upaya percepatan dan perluasan vaksinasi covid-19 untuk mencapai herd immunity terus dilakukan berbagai pihak. DP3AP2KB Pemkot Batu bareng, BKKBN, Dinkes Pemkot Batu, IPEKB Kota Batu dan IBI Kota Batu menggelar gebyar vaksinasi berbasis keluarga. Dengan menggandeng bidan dan penyuluh KB tingkat desa kelurahan, vaksinasi berbasis keluarga ini menyasar keluarga muda yang enggan karena takut maupun yang belum mendapat vaksin sama sekali.

Perluas Cakupan Vaksinasi C-19 DP3AP2KB Gelar Vaksinasi Berbasis Keluarga
Perluas Cakupan Vaksinasi C-19 DP3AP2KB Gelar Vaksinasi Berbasis Keluarga

AGROPOLITAN.TV - Vaksinasi jadi salah satu alat yang ampuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Vaksinasi juga mampu menurunkan angka kematian akibat Covid19. Sebab warga yang telah memperoleh vaksinasi, kalaupun kemudian terpapar Covid19, umumnya tidak bergejala atau bergejala ringan.

Atas dasar itulah guna  percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi Covid-19, untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity). Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemkot Batu bareng Dinas Kesehatan Pemkot Batu, IPEKB(Ikatan Penyuluh KB) Kota Batu dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cabang Kota Batu menggelar gebyar vaksinasi berbasis keluarga.

Layaknya vaksinasi Covid-19 pada umumnya vaksinasi berbasis keluarga yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemkot Batu, yang dipusatkan di Balai Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu ini, merupakan penyaluran vaksin dari Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebanyak 1455 vial untuk Kota Batu.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Kepala Dinas P3AP2KB Pemkot Batu  MD.Forkan, S.Pd, S.E, S.H, M.M, M.H BKKBN bersama DP3AP2KB melakukan pendekatan keluarga melalui Kartu Keluarga (KK) dalam upaya dalam perluasan cakupan vaksinasi. Melalui Kk ini lebih memudahkan jajaran maupun para bidan ketika memasukkan data peserta vaksinasi ke aplikasi P-Care. Selain itu juga agar pelaksanaan vaksinasi keluarga tidak menimbulkan kerumunan. Program vaksinasi keluarga diyakini akan lebih efektif membantu percepatan vaksinasi nasional serta memudahkan masyarakat yang ingin divaksin tanpa antri. Hal itu karena tim bidan dapat menjemput bola.

MD Forkan menambahkan vaksin diberikan pada desa dengan tingkat vaksinasi rendah sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan Pemkot Batu. Dengan menggandeng bidan dan penyuluh KB tingkat desa kelurahan, vaksinasi berbasis keluarga ini menyasar keluarga muda yang enggan karena takut maupun yang belum mendapat vaksin sama sekali.       

Tak hanya menyasar keluarga muda, vaksinasi berbasis keluarga yang digelar di Balai Desa Sumbergondo ini juga diberikan kepada warga yang belum mendapat vaksin. Meski ada sejumlah warga yang gagal vaksin karena tidak lolos screening kesehatan, vaksinasi sendiri berjalan lancar dan diberikan kepada 260 warga yang sudah mendaftar sebelumnya.

Vaksinasi berbasis keluarga ini sendiri akan terus digelar sampai persediaan vaksin habis. Dengan prioritas desa maupun dusun yang capaian vaksinasinya rendah.

Ary Punka Aji ATV