Paket Konversi BBM Ke BBG Untungkan Petani

Pihak Kementerian ESDM memastikan jika paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), sangat menguntungkan para petani penerima. Selain diberikan secara gratis, paket konversi berupa mesin pompa air tersebut juga lebih hemat biaya dan juga ramah lingkungan.

Paket Konversi BBM Ke BBG Untungkan Petani

agropolitan.tv -Pihak Kementerian ESDM memastikan jika paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), sangat menguntungkan para petani penerima. Selain diberikan secara gratis, paket konversi berupa mesin pompa air tersebut juga lebih hemat biaya dan juga ramah lingkungan.

Menurut Kepala Seksi Pengadaan, Pembangunan Infrastruktur Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Mariani, Paket konversi dari BBM ke BBG berupa mesin pompa air senilai 7,5 juta rupiah yang diberikan kepada para petani dan nelayan di Indonesia, sudah teruji kemampuannya.

Tahun 2019 lalu, paket serupa juga sudah pernah diberikan kepada seribu petani di empat daerah. Yakni di Kabupaten Malang, Bantul, Klaten dan Kabupaten Sragen. Masing-masing kabupaten tersebut mendapatkan 250 paket konversi. Pembagian ini merupakan program awal atau pilot project.

Menurut mariani, saat di uji coba di BPP Pertanian Kecamatan Tenon Kabupaten Sragen pada lahan pertanian padi seluas 400 meter, mesin pompa ini bisa digunakan hingga 8 jam lamanya. Hal ini tentu sangat hemat dari segi biaya, karena harga setiap satu tabung gas elpiji hanya sekitar 18 ribu rupiah saja.

Sementara jika menggunakan mesin pompa air berbahan bakar minyak dengan estimasi harga 7.300 rupiah per liternya, membutuhkan sebanyak 8 liter BBM dengan total biaya 58.400 rupiah. Sehingga dengan beralih ke mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji, bisa menghemat biaya sekira 50 persen.

Mariani menambahkan, pada tahun ini paket konversi BBM ke BBG ini akan dibagikan ke 24 kabupaten kota se Indonesia. Jumlah paket konversi yang dibagikan totalnya sebanyak sepuluh ribu paket dan disebar ke penerima di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lain yang sudah terkonversi gas elpiji.

Sasaran dari program konversi ini adalah para petani pemilik lahan, memiliki mesin pompa air berbahan bakar bensin, punya KTP, KK, dan Kartu Tani. Petani penerima tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Namun petani penerima wajib menunjukkan mesin pompa airnya yang lama untuk diberi tanda khusus dan tidak boleh digunakan lagi.

Hasan Syamsuri Atv Melaporkan