Majas Perbandingan

Majas Perbandingan

Majas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau dengan kata lain: kiasan.

Jadi, secara umum, majas adalah suatu kalimat yang digunakan untuk memberi kiasan pada sebuah peristiwa maupun benda.

Majas tentu sangat berguna sekali terutama bila kamu bercita-cita menjadi seorang penulis yang dituntut untuk bisa memberi nyawa pada sebuah tulisan; dengan majas, tulisan akan lebih hidup dan lentur. Tidak kaku dan datar. Maka, diambillah satu pengertian majas lain, yakni, pengambilan manfaat dari gaya bahasa guna mendapatkan suasana tertentu sehingga menciptakan kesan kata-kata yang hidup dan imajinatif.


PENGERTIAN MAJAS PERBANDINGAN dan CONTOHNYA
Majas perbandingan adalah majas / kiasan / kata-kata yang menyatakan sebuah perbandingan antara satu benda dengan benda lainnya, atau satu sifat dengan sifat lainnya untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya bagi para pembaca.


Macam-macam Majas Perbandingan
Berikut adalah jenis-jenis majas yang terkelompokkan dalam majas perbandingan:

Majas asosiasi atau perumpamaan adalah kiasan yang memperbandingkan dua hal yang pada sejatinya adalah berbeda tetapi dikiaskan sehingga dianggap ada kesamaan. Majas ini biasanya ditandai dengan kata  bagaikan, bagai, selayak, umpama, laik, seperti, laksana, dll. 
Berikut adalah contoh majas asosiasi:

  1. Tekadnya bagaikan tiang pancang.
  2. Matanya seperti bola ping-pong.
  3. Semakin hari badannya semakin mirip gajah.
  4. Larinya seperti kuda yang dipecut.
  5. Suaranya seumpama guntur yang menyambar-nyambar.


Majas metafora adalah majas yang menyatakan ungkapan perbandingan analogis secara langsung,. Maksudnya, tetap bersifat membandingkan / menyepertikan sesuatu tetapi tidak secara eksplisit (jelas). Menggunakan kalimat / kelompok kata bukan dengan maksud yang sebenarnya, melainkan sebagai gambaran bahwa yang disebutkan itu memiliki perbandingan (kesamaan).
Berikut adalah contoh majas metafora:

  1. Negara mengalami kerugian besar akibat ulah tikus-tikus kantor itu. (tikus-tikus kantor: koruptor)
  2. Andi dan keluarganya pontang-panting meminta bantuan warga karena si jago merah melahap rumahnya habis. (si jago merah: api)
  3. Kekalahannya di olimpiade matematika, tak membuatnya gagal berlapang dada. (berlapang dada: sabar)
  4. Pantas saja Ahmad kaca matanya tebal, dia kutu buku. (kutu buku: seorang pecandu baca)
  5. Qais si majnun adalah belahan jiwa Layla yang terlalu mabuk cinta. (belahan jiwa: kekasih)


Majas personifikasi adalah kiasan yang membandingkan benda-benda tak hidup seolah-olah mempunya nyawa / hidup / seperti manusia.
Berikut adalah contoh majas personifikasi:

• Pena itu menari-nari dengan anggunnya di atas kertas
• Kepulan asap rokok itu berlomba-lomba merusak paru-paru penghisap dan orang di sekitarnya
• Uang telah memperbudak banyak manusia sehingga lalai dengan kesehatannya
• Bendera merah putih itu kini berkibar malu-malu karena banyak anak bangsa tidak jelas masa depannya, kemiskinan merajalela di mana-mana
• Tanah longsor menyantap rumah-rumah warga yang berada di dataran lebih rendah


Secara bahasa, majas alegori disarikan dari bahasa Yunani kuno: allegorein yang berarti bicara sebaliknya. Secara umum, majas alegori berarti suatu majas atau gaya bahasa yang dipakai guna menjelaskan suatu maksud tertentu secara tidak langsung melalui kiasan atau penggambaran yang bertautan satu sama lain dalam kesatuan yang utuh.
Majas alegori sering kita temui di buku-buku sastra, novel, dan cerpen.
Berikut adalah contoh majas alegori:

  1. Hidup di dunia ini seperti menaiki gunung. Semua orang punya tujuan untuk sampai di puncak. Tapi di perjalanan, tidak hanya pemandangan indah yang akan ditemui, melainkan juga jurang-jurang gelap yang membuat kita ngeri.
  2. Perumpamaan hidup kita di dunia, seperti seorang musafir yang singgah di sebuah pohon untuk berteduh. Setelah itu, harus terus berjalan lagi karena tempat tujuan masih jauh.
  3. Sari sebuah hadits: Perempuan itu layaknya tulang rusuk yang bengkok. Tidak mudah untuk membuatnya lurus. Bila kau paksa dengan otot-ototmu, bukan lurus yang kau dapat, tetapi patah berantakan.
  4. Seseorang yang berbuat baik bagaikan menanam bebijian di tanah yang subur. Biji itu akan tumbuh menjadi pohon yang meneduhkan, buahnya manis mengenyangkan, membawa manfaat yang banyak.
  5. Bayi yang baru lahir layaknya kertas putih bersih, tiada bertinta apalagi noda. Rawatlah ia dengan baik, tulisi dengan tinta-tinta emas dan tulisan-tulisan bijak agar kelak ia menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak.


Majas simbolik adalah majas yang menyerupakan suatu hal menjadi hal yang lain. Bisa jadi benda, binatang, tumbuhan, dll. Untuk lebih jelasnya mengenai majas simbolik ini, perhatikan contohnya di bawah.
Berikut adalah contoh majas simbolik:

  1. Perempuan berbaju batik itu adalah seorang bunga desa (bunga desa: perempuan cantik desa)
  2. Sering berganti-ganti pasangan, lelaki itu dicap hidung belang (hidung belang: penipu)
  3. Setelah ayahnya meninggal, Budi menjadi tulang punggung keluarga (tulang punggung: pencari nafkah)
  4. Sejak berhubungan dengan lintah darat, ekonomi keluarga Pak Jayus menjadi lebih mengkhawatirkan (lintah darat: rentenir)
  5. Cekcok antara warga kampung A dengan kampung B diselesaikan di meja hijau (meja hijau: pengadilan)


Majas metonomia adalah majas yang menyebutkan suatu benda menggunakan ciri / merk / label yang sudah melekat. Pengkiasan benda tersebut dengan merk dagang biasanya karena dipicu keterkenalan merk tersebut.
Berikut adalah contoh majas metonomia:

  1. Setiap pergi berolah raga, Andi tidak pernah lupa membawa sebotol aqua. (maksudnya air mineral merk aqua)
  2. Ke mana-mana dia selalu membawa djarum coklat dan kapal api. (maksudnya rokok djarum coklat dan kopi kapal api)
  3. Setiap kali mudik, Hepi dan keluarganya selalu naik budiman. (maksudnya bus budiman)
  4. Mahasiswa di mana-mana sama saja, indomie selalu menjadi barang pelampiasan ketika uang di kantong sudah menipis. (maksudnya mie indomie)
  5. Kemarin, Bapak Presiden Joko Widodo kunjungan ke luar negeri menaiki garuda. (maksudnya pesawat garuda)


Majas sinekdoke adalah majas yang mengungkapkan sebagian benda dengan menyebut seluruhnya atau sebaliknya, mengungkapkan seluruhnya untuk menyebut sebagian saja.
Majas sinekdoke lazim kita temui di dalam obrolan sehari-hari atau dalam karya ilmiah. Secara umum, majas sinekdoke ini terbagi lagi menjadi dua, karena memang sudah disebutkan di atas, ada dua penggunaan (sebagian untuk seluruhnya dan seluruhnya untuk sebagian).
Macam-macam majas sinekdoke yakni sebagai berikut:

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Majas sinekdoke pars pro toto adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu objek penuh dengan satu bagian dari objek itu saja. Contohnya seperti Ayah membeli seekor ayam hidup untuk disembelih di rumah. Maksud dari ‘seekor’ di kalimat tadi bukanlah ekor ayam, tetapi satu ayam hidup secara keseluruhan.
Berikut adalah contoh majas sinekdoke pars pro toto:

  1. Setelah rumahnya disita bank karena hutang ribanya tidak terbayar, pengusaha itu angkat kaki dan pulang ke kampung halamannya. (yang disebut hanya kaki, padahal maksudnya pengusaha itu secara keseluruhan)
  2. Sudah beberapa minggu ini aku tak melihat batang hidungnya, jangan-jangan dia kabur membawa uang investasi yang kita amanahkan. (yang disebut hanya batang hidung)
  3. Untuk bisa menikmati permainan itu, kita diharuskan membayar tiket seharga 25.000 per kepala. (yang disebut hanya kepala)
  4. Sebenarnya, tugas seorang amilin tidak hanya menerima zakat saja, tetapi juga mengantarkan zakat tersebut dari pintu ke pintu berdasarkan data mustahik yang sebelumnya juga telah amilin data. (yang disebut hanya pintu)
  5. Alunan merdu nasyid itu telah membuat telinga para pengunjung termanjakan. (yang disebut hanya telinga)

Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Majas sinekdoke totem pro parte adalah kebalikan dari majas sinekdoke pars pro toto, yakni menyebutkan keseluruhan hanya untuk menyatakan sebagiannya saja.
Bertikut adalah contoh majas sinekdoke totem pro parte:

  1. RT 04 berhasil melaju ke babak final voli kampung dan bertemu dengan RT 07
  2. Besok malam, Indonesia akan berlaga di atas ring tinju melawan Filipina
  3. SMK Negeri 3 Batu berhasil memenangkan juara film tingkat nasional untuk ketiga kalinya
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menorehkan prestasi dalam ajang lomba robot internasional
  5. Para karyawan di PT. Maju Mundur mogok bekerja karena gaji telat diberikan


Majas simile berasal dari bahasa latin yang berarti ‘seperti’. Sedangkan secara istilah, majas simile berarti sebuah ungkapan yang memperbandingkan secara langsung dan jelas (eksplisit) dua buah benda dengan memakai kata pembanding seperti laksana, umpama, bagaikan, seperti, bak.

Banyak pertanyaan terkait majas simile karena mirip seperti majas asosiasi. Sekilas memang mirip, tetapi ada perbedaan yang mencolok.

Perbedaan antara majas simile dan majas asosiasi terletak pada penyebutan kesamaan antara kedua benda yang diperbandingkan. Bila di majas asosiasi tidak disebutkan secara jelas, di majas simile disebutkan dengan jelas. 

Contohnya seperti ini

Majas Asosiasi : Matanya seperti bola ping-pong
Majas Simile : Matanya besar dan bundar seperti bola ping-pong

Penjesalan : di majas asosiasi kita bisa menulis ‘Matanya seperti bola ping-pong’, tetapi bila menggunakan majas simile, sifat dari mata atau bola ping-pong itu dituliskan secara jelas menjadi, ‘Matanya besar dan bundar seperti bola ping-pong’


Berikut ini adalah contoh majas simile:

  1. Suaranya keras menggelegar bagaikan Guntur di tengah badai.
  2. Dia memang punya watak yang keras seperti batu.
  3. Prinsipnya kuat tidak pernah goyah seperti tiang pancang walau ditawari uang berjuta-juta.
  4. Setelah meraih juara satu, namanya bersinar terang layaknya matahari.
  5. Mulutnya tidak pernah dijaga, setiap dia tersinggung dia mengeluarkan kata-kata yang tajam seperti pisau.