Layanan Ibadah Umroh Sudah Dibuka Lagi

Mulai 4 oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah. Namun di fase pertama ini, kuota umroh baru diberikan untuk warga Arab Saudi, warga pemegang izin tinggal atau residents dan juga para ekspatriat.

Layanan Ibadah Umroh Sudah Dibuka Lagi

Mulai 4 oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah. Namun di fase pertama ini, kuota umroh baru diberikan untuk warga Arab Saudi, warga pemegang izin tinggal atau residents dan juga para ekspatriat.
Dilansir dari kompas.com, Pemerintah Arab Saudi mulai 4 oktober 2020 kembali mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah. Namun untuk bisa melaksanakan ibadah umroh tersebut, umat Islam harus mendaftarkan diri melalui aplikasi eatmarna mulai 27 september 2020.
 
Di fase pertama yang dimulai pada 4 oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan izin untuk 108.041 jamaah umroh. Izin tersebut diberikan kepada 42.873 warga Arab Saudi, 65.168 untuk pemegang izin tinggal (residents) termasuk ekspatriat, dan 10.041 untuk warga yang mendaftarkan diri melalui aplikasi eatmarna.
 
Jamaah yang diizinkan melaksanakan ibadah umroh pada fase pertama ini, adalah jamaah yang berusia 41 tahun sampai 50 tahun sebanyak 14 persen, jamaah berusia 20 tahun sampai 30 tahun sebanyak 17 persen, jamaah usia 31 tahun sampai 40 tahun sebanyak 26 persen dan jamaah berusia 60 tahun sebanyak 35 persen.
 
Selain jamaah harus mentaati protokol kesehatan, Pemerintah Arab Saudi memang sengaja membatasi usia jamaah umroh. Dimana usia jamaah juga dibatasi minimal 18 tahun dan maksimal 65 tahun. Dibukanya kembali ibadah umroh setelah enam bulan lebih ditutup karena pandemi covid-19, tentu menjadi kabar gembira bagi umat islam di dunia.
 
Sementara bagi umat Islam Di Indonesia, hingga kini masih harus menunggu kabar resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Khususnya kabar terkait jumlah kuota yang akan diberikan, serta terkait waktu pemberangkatannya. Pihak Kemenag Kota Batu memperkirakan, kabar dari Pemerintah Arab Saudi kemungkinan baru akan diumumkan sekitar 1 november 2020.
 
Hasan Syamsuri, Atv, Melaporkan