Landing Paralayang Songgomaruto Bergelombang Rawan Buat Atlet Cidera

Persiapan atlet Puslatda Paralayang Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk PON Papua sedikit terganggu dengan kondisi kontour landing Songgomaruto Songgokerto Kota Batu yang tidak rata dan banyak lubang. Kondisi ini rentan membuat atlet maupun wisatawan yang menikmati wisata tandem paralayang cidera. Tak hanya itu mulai banyaknya bangunan di sekitar areal landing juga membuat space lintasan landing menjadi kurang luas dan ideal.

Landing Paralayang Songgomaruto Bergelombang Rawan Buat Atlet Cidera

AGROPOLITAN.TV - Paralayang seakan sudah menjadi ikon olahraga populer di Kota Batu bahkan sejumlah atlet nasional juga lahir dari Kota Batu. Namun persiapan atlet Puslatda Paralayang Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk PON Papua sedikit terganggu dengan kondisi kontur landing Songgomaruto Songgokerto Kota Batu yang tidak rata dan banyak lubang. Kondisi ini rentan membuat atlet maupun wisatawan yang menikmati wisata tandem paralayang cedera. Tak hanya itu mulai banyaknya bangunan di sekitar areal landing juga membuat space lintasan landing menjadi kurang luas dan ideal.

Demi keamanan atlet Puslatda paralayang Provinsi Jawa Timur (Jatim) pelatih Puslatda Paralayang Provinsi Jatim untuk PON XX Papua 2021, Sugeng Santoso  menjelaskan bahwa sejak dua bulan yang lalu pihaknya terpaksa memindahkan lokasi landing paralayang yang dipergunakan tim paralayang Jatim berlatih. Lokasi landing paralayang digeser 100 meter lebih ke barat dari lokasi awal landing Songgomaruto Songgokerto Kota Batu. Agar areal landing lebih rata dan aman digunakan sebagai titik pendaratan.

Sugeng menambahkan karena areal landing terbatas, sejak dua bulan terakhir pihaknya meminjam tanah milik Ponpes Al Izzah untuk sementara dalam rangka persiapan PON 2021 yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2021.  Selain karena untuk keamanan karena lokasi landing yang lama terlalu mepet dengan rumpun bambu dan jurang. Jika terjadi angina selatan atau angin timur akan mengakibatkan terjadinya turbulensi yang bisa mengancam keselamatan atlet paralayang.

Terkait hal tersebut sugeng mendorong KONI Kota Batu dan juga pemerintah Kota Batu untuk memperbaiki areal landing paralayang Songgomaruto. Bahkan sugeng ingat pada tahun 2018 Wali Kota Batu Dra Hj. Dewanti Rumpoko M.Si merencanakan perluasan landing paralayang  untuk skala internasional. Jika areal landing paralayang diperluas, tak hanya paralayang, olahraga dirgantara lainya seperti gantole, paramotor dan aeromodeling bisa dikembangkan di Kota Batu yang juga bisa mendukung pariwisata di Kota Batu. 

Sementara itu ketua umum KONI Kota Batu Drs. Mahfud membenarkan bahwa kondisi areal landing paralayang sudah kurang layak. Pihak KONI Kota Batu akan mencari solusi terbaik terkait hal ini. Bahkan sebelum adanya pandemi Covid-19 pihak Pemkot Kota Batu sudah melakukan survey untuk memperluas areal landing paralayang di lapangan Songgomaruto. Bahkan nantinya KONI berencana akan membuat areal landing paralayang yang dipadu dengan lapangan bola sehingga memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih.

Ary Punka Aji ATV