Kota Batu Masih Butuh Pasokan Beras Dari Luar Daerah

Minimnya produksi beras yang dihasilkan oleh para petani lokal, membuat Pemerintah Kota Batu harus mendatangkan pasokan beras dari luar daerah. Hal itu harus dilakukan agar kebutuhan masyarakat akan beras dapat tercukupi.

Kota Batu Masih Butuh Pasokan Beras Dari Luar Daerah

agropolitan.tv -Minimnya produksi beras yang dihasilkan oleh para petani lokal, membuat Pemerintah Kota Batu harus mendatangkan pasokan beras dari luar daerah. Hal itu harus dilakukan agar kebutuhan masyarakat akan beras dapat tercukupi.

Pada awal September 2020 lalu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu melakukan pengisian gudang cadangan pangan pemerintah yang ada di wilayah Kelurahan Temas Kecamatan Batu. Pengisian gudang cadangan pangan pemerintah ini merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Cadangan Pangan Daerah, yang rutin dilakukan setiap bulannya.
 
Jumlah pasokan beras yang dimasukkan ke gudang cadangan pangan pemerintah tersebut adalah sebanyak 27.000 kg. Setelah adanya penambahan pasokan tersebut, total jumlah stok beras yang ada di gudang jadi sebesar 52.880 kg. Pengisian gudang ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan  rumah tangga, serta untuk menjamin pasokan pangan yang stabil antar waktu dan antar wilayah.
 
Selain itu juga untuk meningkatkan aksesibilitas konsumsi pangan rumah tangga miskin, memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga miskin, memperbaiki nilai gizi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Kota Batu. Kepala Dinas ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati, mengatakan, beras di gudang ini juga untuk disalurkan kepada masyarakat miskin rawan pangan penerima bantuan.
 
Bukan hanya itu saja, stok beras di gudang juga siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan pangan akibat bencana sosial maupun bencana alam. Menurut Wiwik, beras di gudang ini bukan hanya dipasok oleh para petani lokal saja. Sebagian besar justru dipasok dari luar daerah, sebab hasil produksi beras dari petani lokal hanya cukup untuk memenuhi 15 persen kebutuhan masyarakat.

 
Wiwik berharap di masa yang akan datang, jumlah petani padi semakin banyak agar produksi padi di Kota Batu semakin meningkat. Berdasarkan data BPS Kota Batu tahun lalu, luasan lahan pertanian padi di kota batu baru 791,96 hektar dengan total produksi 5.031,10 ton dan rata-rata jumlah produksi per hektarnya hanya 6,35 ton. Saat ini, baru Desa Pendem Kecamatan Junrejo yang menjadi sentra pertanian padi di Kota Batu.
 
Hasan Syamsuri, Atv, Melaporkan