Koni Kota Batu Gelar Sport Science Ukur Kekuatan Fisik Atlet Kota Batu

Usai menjalani pengukuran kondisi kebugaran dan kesehatan Vo2max pada akhir Agustus lalu. Atlet Koni Kota Batu yang masuk Pusat Latihan Kota(Puslatkot) kembali menjalani tes fisik untuk monitoring kondisi atlet terkini. Sport Science Test atau Tes Fisik dan Kemampuan yang digelar oleh Koni Kota Batu menggandeng Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM). untuk menganalisa kemampuan kelebihan dan kekurangan fisik masing-masing atlet, agar pelatih bisa lebih mengoptimalkan kemampuan atlet disesuaikan dengan program latihan.

Koni Kota Batu Gelar Sport Science Ukur Kekuatan Fisik Atlet Kota Batu

agropolitan.tv -Usai menjalani pengukuran kondisi kebugaran dan kesehatan Vo2max pada akhir Agustus lalu. Atlet Koni Kota Batu yang masuk Pusat Latihan Kota(Puslatkot) kembali menjalani tes fisik untuk monitoring kondisi atlet terkini. Sport Science Test atau Tes Fisik dan Kemampuan yang digelar oleh Koni Kota Batu menggandeng Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM). untuk menganalisa kemampuan kelebihan dan kekurangan fisik masing-masing atlet, agar pelatih bisa lebih mengoptimalkan kemampuan atlet disesuaikan dengan program latihan.

Sport Science Test atau Tes Fisik dan Kemampuan yang digelar oleh Koni Kota Batu menggandeng Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) ini digelar di GOR Gajahmada Kota Batu. Karena masih dalam masa pandemi covid-19. Protokol kesehatan dijalankan secara ketat, mulai dari cuci tangan sebelum menjalani tes, memakai masker, pengukuran suhu tubuh dan juga jaga jarak yang diadaptasi dengan membatasi jam pelaksanaan tes atlet.

            Sport Science Test atau Tes Fisik dan Kemampuan ini merupakan kelanjutan dari pengukuran kondisi kebugaran dan kesehatan Vo2max pada akhir Agustus oleh Koni Kota Batu. Namun tes kali ini dilakukan secara lengkap per spesifikasi cabang olahraga (cabor) masing-masing.

Koordinator tes kondisi fisik FIK UM Imam Hariadi menjelaskan tes khusus atlet ini digelar dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan atlet di tiap cabor masing-masing, sehingga dalam pelaksanaannya masing-masing cabor bisa sama dan tidak sama dari 24 komponen tes fisik yang ada. Misalnya balance, tinggi badan, berat badan, kecepatan, kelincahan, daya tahan tubuh, hingga daya tahan jantung. Setelah hasil tes keluar akan langsung diberikan kepada para pelatih masing-masing cabor, kemudian para pelatih akan mengetahui kekurangan dan ada rekomendasi kepada atletnya.

Sementara itu Ketua Koni Kota Batu Drs Mahfud menjelaskan sport science bekerja sama dengan FIK UM ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan dasar, kondisi fisik masing-masing atlet di tiap cabor. Penerapan prinsip-prinsip science ini membantu meningkatkan prestasi olahraga melalui tiga bidang science yakni fisiologi agar tubuh merespon dan beradaptasi dengan latihan yang dijalani. Psikologi untuk mengetahui motivasi, keyakinan diri hingga manajemen emosi atlet. Dan biomekanika untuk menganalisis mekanika gerakan tubuh atlet. Tes ini dilakukan sebagai pegangan pelatih untuk menentukan program latihan yang tepat.

            Lebih lanjut Mahfud mengatakan, tercatat ada 96 atlet dari 19 cabor yang mengikuti tes tersebut. Jumlah itu masih belum seluruh atlet dari semua cabor. Ada 9 cabor sisa yang akan menyusul untuk mengadakan tes. Hal tersebut lantaran mereka mendahulukan cabor yang berpeluang tinggi memperoleh medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang.           

Dari hasil tes ini pelatih dan atlet bisa mengukur potensi dan kemampuan mereka sendiri, yang kemudian disinergikan dengan program latihan demi raihan prestasi.

 

Ary fitriaji atv melaporkan…