Griya Jamu Sitiara Jalin Kerjasama Dengan Unisma Maksimalkan Manfaat Jamu Untuk Masyarakat

Sebagai wujud konsep merdeka belajar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Malang(UNISMA) menggelar Mou dan uji produk hasil penelitian PTUPT 2020, terkait tanaman herbal dengan mengandeng Griya Jamu Sitiara Kota Batu. lewat kerjasama ini diharapkan akan mampu memaksimalkan kemanfaatan tanaman herbal(jamu) agar mudah digunakan oleh masyarakat.

Griya Jamu Sitiara Jalin Kerjasama Dengan Unisma Maksimalkan Manfaat Jamu Untuk Masyarakat

agropolitan.tv  (121020) Sebagai wujud konsep merdeka belajar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Malang(UNISMA) menggelar Mou dan uji produk hasil penelitian PTUPT 2020, terkait tanaman herbal dengan mengandeng Griya Jamu Sitiara Kota Batu. lewat kerjasama ini diharapkan akan mampu memaksimalkan kemanfaatan tanaman herbal(jamu) agar mudah digunakan oleh masyarakat.

Masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan modern, membuat Universitas Islam Malang melalui Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam mengembangkan saintifikasi tanaman jamu atau herbal medicine. Yang ditandai dengan terjalinya kerjasama antara FMIPA UNISMA dengan Griya Jamu Sitiara Kota Batu, serta uji produk Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi(PTUPT) 2020. 
Program saintifikasi tanaman jamu diharapkan perlahan akan menganti dominasi obat modern dengan tanaman obat yang dapat diperoleh masyarakat dari lingkungan sekitar. 
Uji produk Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi(PTUPT) 2020, kombinasi herlbal benalu teh dan mangga sebagai sediaan produk fitoformaka suatu kandidat alternatif anti hipertensi alami tradisional Indonesia, dipaparkan oleh Dr Nour Athiroh Ssi Mkes. yang kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan produk herbal jamu dari  kombinasi herlbal benalu teh dan mangga.
Selain dihadiri oleh Direktur Cv Griya Jamu Sitiara Ir Wahyu Suprapto bersama Manager Sitiara Dra Siti Hidjrati Arlina MM, Dekan FMIPA UNISMA Dr Dra Ari Hayati MP, Wakil Dekan, Kaprodi dan Dosen Unisma, acara ini juga dihadiri sejumlah mahasiswa Unisma yang tergabung dalam tim peneliti.
  Direktur Cv Griya Jamu Sitiara Ir Wahyu Suprapto menjelaskan tanaman herbal di Indonesia mencapai 30 ribu jenis. namun hanya 9 ribu jenis tanaman yang diolah menjadi jamu dan obat-obatan, kekayaan tanaman herbal kurang digarap secara maksimal. lewat kerjasama antara Giya Jamu Sitiara dan UNISMA ini nantinya akan muncul banyak varian jamu dan minumal herbal yang bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. 
Semetara itu Dekan FMIPA UNISMA Dr Dra Ari Hayati MP berharap kerjasama saintifikasi jamu UNISMA akan menginspirasi Fakultas Kedokteran di kampus-kampus lain untuk melakukan hal serupa, agar keanekaragaman hayati lokal dapat dimanfaatkan dengan optimal. UNISMA akan memaksimalkan mahasiswa dan penelitinya untuk lebih mempelajari dan meneliti manfaat tanaman herlbal yang nantinya akan diterapkan dan dijadikan produk yang mudah dibuat dan dimanfaatkan oleh masyarakat lewat rumah rumah produksi seperti CV Sitiara Kota Batu.

Ary Fitriaji Atv Melaporkan