E-Lemur, Membawa Mahasiswa UMM Raih Juara Lomba Esai Nasional

E-Lemur, Membawa Mahasiswa UMM Raih Juara Lomba Esai Nasional

agropolitan.tv -Melihat berbagai dampak pandemi dalam proses belajar mengajar, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tulis esai tentang aplikasi E-Learning For Make You Better (E-LEMUR). Esai ini berhasil meraih juara tiga dalam Lomba Esai Mahasiswa (LESMA) tingkat nasional. Tim UMM yang turut andil dalam lomba yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Minggu (22/11) lalu ini terdiri dari dua mahasiswa Fakultas Kedokteran, Abdi Malik Rahardjo dan Jodii Arlan Kurnia.

Malik, panggilan akrabnya, sadar bahwa pandemi telah membawa kebiasaan baru di kehidupan bermasyarakat, salah satunya dalam proses belajar mengajar. Sejak munculnya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia, pemerintah mengubah format proses belajar mengajar luring menjadi daring. Hal itu dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19 di lingkungan institusi pendidikan. “Sayangnya, format daring ini memunculkan problematika baru. Misalnya saja akses internet yang tidak merata. Guru dan siswa juga merasa kesulitan memahami berbagai macam aplikasi,” jelasnya.

Beberapa realita tersebut menggugah Malik dan Jodii untuk menulis dan menuangkan idenya dalam sebuah esai. “Berawal dari permasalahan proses belajar mengajar saat pandemi, kami ingin membuat inovasi pembelajaran yang multifungsi dan efektif serta memudahkan proses pembelajaran” terang Malik lebih lanjut.

Malik kembali menjelaskan bahwa aplikasi ini akan memiliki lima menu utama. Menu yang pertama adalah pembelajaran yang berfungsi untuk melakukan proses belajar dan mengajar. Adapun modelnya akan mengikuti Zoom dan Gmeet. Kemudian menu kedua adalah review materi. Sistem yang digunakan mirip dengan apa yang disajikan Google Drive. Nantinya, siswa dan mahasiswa dapat mengakses  materi yang telah disampaikan oleh guru atau dosen dengan sekali tekan.

Menu ketiga adalah Augmented Reality yang berguna untuk mengubah semua gambar menjadi bentuk 3D. Sementara menu keempat dan kelima adalah evaluasi serta menu ujian. Kedua menu ini akan memudahkan guru untuk memuat berbagai post test, ujian, ulangan harian, ujian akhir semester dan ujiannya lainnya.

Meskipun ide yang digagas masih berupa karya esai, mahasiswa asal Sidoarjo ini ingin agar ia dan timnya bisa merealisasikan idenya melalui aplikasi. Mereka berniat untuk menggandeng komunitas digital inovasi yang ada di Malang. “Saya berharap aplikasi ini tidak berhenti dalam bentuk esai saja, namun juga bisa berbentuk aplikasi yang sebenarnya. Selain itu juga bisa menjadi salah satu solusi pembelajaran online yang simpel dan mudah,” pungkasnya di akhir sesi wawancara. (*)

Akbar Atv Melaporkan