Dishub Kumpulkan Jukir Se-Kota Batu Sosialisasi Perda Parkir Dan Retribusi Parkir

Seiring disahkannya Perda Kota Batu Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir Tepi Jalan. Yang akan Segera diberlakukan efektif mulai tahun 2021. Dinas Perhubungan Kota Batu mengumpulkan juru parkir se-Kota Batu. Selain untuk mensosialisasikan Perda parkir terbaru, juga untuk merombak tata kelola parkir di Batu, guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi parkir.

Dishub Kumpulkan Jukir Se-Kota Batu Sosialisasi Perda Parkir Dan Retribusi Parkir

agropolitan.tv -Seiring disahkannya Perda Kota Batu Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir Tepi Jalan. Yang akan Segera diberlakukan efektif mulai tahun 2021. Dinas Perhubungan Kota Batu mengumpulkan juru parkir se-Kota Batu. Selain untuk mensosialisasikan Perda parkir terbaru, juga untuk merombak tata kelola parkir di Batu, guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi parkir.

Dinas Perhubungan Kota Batu mengumpulkan juru parkir se-Kota Batu, di gedung graham pancasila Balaikota Amongtani Pemkot Batu. Selain untuk mensosialisasikan Perda parkir terbaru yakni Perda Kota Batu Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir Tepi Jalan. Regulasi ini menggantikan Perda parkir sebelumnya, yakni Perda Kota Batu Nomor 10 Tahun 2010 tentang retribusi parkir tepi jalan.

Perda baru ini diyakini bisa meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi parkir. Selain itu, juga berpengaruh pada penataan kantong parkir. Dinas Perhubungan Kota Batu akan menata parkir agar kesan Kota Batu sebagai tujuan wisata teringat baik bagi wisatawan. Untuk itu, penataan lokasi parkir juga harus diikuti dengan pembinaan kepada juru parkir atau jukir. Di Kota Batu, yang resmi terdata ada 300 juru parkir. Juru parkir yang selama ini sudah terdata akan didata ulang dan diverifikasi. Nantinya mereka akan difasilitasi dengan rompi, peralatan parkir dan juga KTA yang wajib dipakai saat bertugas sebagai juru parkir. Jika tidak maka akan ada sanksi.

Kadishub Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, para jukir telah mendapat sosialisasi terkait Perda yang baru. Tujuannya, agar para jukir mengerti dan memahami isi Perda, terlebih bisa menjalankan instruksi yang ada di dalam Perda. Harapannya juru parkir di Kota Batu bisa semakin profesional. Mulai dari pelayanan harus baik dan sopan. Jika kedua hal itu tak diterapkan dengan baik bisa merusak citra Kota Batu sebagai kota wisata. Sesuai perda, Target perolehan retribusi parkir di tahun 2021 dinaikkan seiring dengan diberlakukannya Perda Nomor 3 Tahun 2020, yang efektif akan dimulai pada tahun 2021.

Target parkir ditetapkan sebesar Rp 8,5 miliar. Diatur pula skema pembagian perolehan retribusi parkir sebesar 60:40. Antara jukir dan Dinas Pengelola, yakni Dishub Kota Batu. Sebelumnya, di tahun 2020 ini, target perolehan retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp 1,5 miliar. Dengan berpatokan pada Perda Kota Batu nomor 10 tahun 2010.

Dalam perda lama, dirinci tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 1000, roda empat Rp 2000. Serta kendaraan niaga hingga bus sebesar Rp 5000 sampai Rp 10 ribu. Sedangkan dalam Perda baru ada kenaikan tarif parkir. Untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2000, mobil pribadi maupun pick up dan taksi sebesar Rp 3000. Bus mini dan kendaraan niaga sebesar Rp 5000. Serta bus, truck maupun truk gandengan sebesar Rp 10 ribu. 

Dishub sendiri akan membentuk satgas untuk mengawasi kinerja jukir agar tidak melakukan kecurangan, maupun kenakalan yang merugikan warga maupun wisatawan. Selain itu Dishub akan membuat kotak pengaduan disejumlah titik terkait perparkiran di Kota Batu. sebagai bahan evaluasi untuk para jukir yang masih tak menaati peraturan atau masih saja nakal. Maka akan langsung dilakukan pembinaan. Jika melalui pembinaan masih saja diulangi, sudah pasti akan diganti dengan jukir lain. 

          

            Ary Fitriaji Atv melaporkan…