Dinkes Masih Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

Dinas Kesehatan Kota Batu hingga kini masih menanti arahan dari pemerintah pusat, terkait pelaksanaan program vaksin yang akan dilakukan tahun depan. Sebelumnya, proses pendataan warga calon penerima vaksin telah diminta untuk dihentikan sementara, sembari menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah Pusat.

Dinkes Masih Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

agropolitan.tv -Dinas Kesehatan Kota Batu hingga kini masih menanti arahan dari pemerintah pusat, terkait pelaksanaan program vaksin yang akan dilakukan tahun depan. Sebelumnya, proses pendataan warga calon penerima vaksin telah diminta untuk dihentikan sementara, sembari menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Batu, Drg Kartika Trisulandari, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi lanjutan terkait penundaan jadwal vaksinasi. Sehingga pihak Dinkes masih menunggu langkah berikutnya dari pemerintah pusat.

Menurut Kartika, saat ini, pemerintah pusat masih melakukan uji coba vaksin tahap ketiga. Hasil uji coba tersebut akan di review pada Januari 2021. Jika saja hasilnya nanti dinyatakan aman, maka vaksin akan diproduksi di Biofarma dan didistribusikan.

Kartika menjelaskan, warga penerima vaksin Covid-19 antara lain petugas medis, orang dengan risiko tinggi, TNI/Polri, tokoh masyarakat atau agama, tenaga pendidik, ASN, dan masyarakat umum.

Pihak Dinkes sendiri menargetkan 80 persen penduduk yang usianya 15 sampai 59 tahun yang bakal jadi penerima vaksin covid-19. Dalam program ini, Pemerintah Pusat hanya mendistribusikan vaksinnya saja.

Sedangkan untuk jarum suntik, alat pelindung diri dan hal lainnya disediakan oleh pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Kota Batu sendiri telah mengajukan anggaran sebesar 2.9 miliar ke DPRD Kota Batu untuk mensukseskan program vaksinasi ini.

Sesuai rencana awal, vaksinasi di Kota Batu akan mulai dilakukan pada Maret 2021. Dinas Kesehatan telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk vaksinasi. Sudah ada sejumlah petugas yang telah dilatih cara menyuntikkan vaksin.

Diantara SDM yang telah disiapkan adalah para perawat dan bidan. Masyarakat tidak akan dipungut biaya sepeser pun saat mengikuti vaksinasi. Meski demikian, Kartika tetap berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

Hasan Syamsuri Atv Melaporkan