Coban Rondo Masih Sepi Pengunjung

Secara perlahan sektor pariwisata di wilayah Malang Raya mulai kembali digerakkan. Bukan hanya di Kota Batu saja. Sejumlah tempat wisata di wilayah tetangga Kota Batu juga kini telah dibuka lagi namun dengan mentaati protokol kesehatan. Salah satunya seperti yang terlihat di Wana Wisata Coban Rondo, yang sudah kembali dibuka lagi, meski saat ini jumlah pengunjung yang datang masih belum cukup ramai.

Coban Rondo Masih Sepi Pengunjung

agropolitan.tv -Secara perlahan sektor pariwisata di wilayah Malang Raya mulai kembali digerakkan. Bukan hanya di Kota Batu saja. Sejumlah tempat wisata di wilayah tetangga Kota Batu juga kini telah dibuka lagi namun dengan mentaati protokol kesehatan. Salah satunya seperti yang terlihat di Wana Wisata Coban Rondo, yang sudah kembali dibuka lagi, meski saat ini jumlah pengunjung yang datang masih belum cukup ramai.

Menjadi salah satu tempat wisata yang legendaris di wilayah Malang Raya, Coban Rondo masih tetap bisa bertahan meski sangat terdampak atas terjadinya pandemi covid-19. Berbekal nama besar serta menawarkan berbagai wahana, Coban Rondo terbukti masih diminati oleh wisatawan.

Namun tak dapat dipungkiri jika pandemi covid-19 telah membuat jumlah pengunjung sangat jauh berkurang. Jika sebelumnya dalam sehari bisa ada ribuan pengunjung, kini hanya ada ratusan saja. Rata-rata setiap harinya kini hanya ada 300 sampai 500 orang pengunjung saat weekday dan 700 sampai 1000 pengunjung saat weekend.

Meski yang menjadi andalan adalah Air Terjunnya, namun Coban Rondo yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, memiliki banyak wahana yang menarik. Mulai dari taman labirin, panahan, menembak, flying fox serta sejumlah taman dan spot foto menarik. Semua wahana tersebut dapat dijumpai di jalur menuju lokasi air terjun.

Kawasan Coban Rondo sendiri terletak pada ketinggian 1.135 meter diatas permukaan laut. Air terjun ini memiliki ketinggian 84 meter atau sekira 276 kaki. Debit air di Coban Rondo berkisar antara 90 liter per detik pada musim kemarau, sampai dengan 150 liter per detik pada musim hujan.

Coban Rondo sebenarnya merupakan bagian dari kelompok air terjun bertingkat. Di area yang ada di atas area Coban Rondo ada juga air terjun kembar yang dinamakan Coban Manten. Berikutnya air dari Coban Manten mengalir ke bawah, yang mana juga terdapat satu air terjun lagi yakni Coban Rondo.

Sama seperti kebanyakan air terjun lainnya, Coban Rondo juga tak lepas dari cerita legenda yang dipercaya masyarakat sekitar. Yakni kisah cinta antara Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro yang keduanya saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.

Namun cinta mereka tak berakhir dengan indah karena kehadiran Joko Lelono, yang ternyata juga jatuh cinta pada Dewi Anjarwati. Joko Lelono pun bertarung dengan Raden Baron Kusumo untuk memperebutkan Dewi Anjarwati. Sayangnya keduanya sama-sama mati dan Dewi Anjarwati menjadi janda alias rondo.

 

Hasan Syamsuri Atv Melaporkan