BPBD Siap Antisipasi Bencana Akibat Angin Kencang

Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai bersiap melakukan antisipasi terjadinya bencana yang diakibatkan oleh angin kencang. Sementara untuk mengantisipasi kejadian La Nina, BPBD bersama Dinas PUPR telah melakukan sosialisasi untuk melakukan revitalisasi fungsi saluran irigasi.

BPBD Siap Antisipasi Bencana Akibat Angin Kencang

agropolitan.tv (141020) -Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai bersiap melakukan antisipasi terjadinya bencana yang diakibatkan oleh angin kencang. Sementara untuk mengantisipasi kejadian La Nina, BPBD bersama Dinas PUPR telah melakukan sosialisasi untuk melakukan revitalisasi fungsi saluran irigasi.

Masa pergantian musim biasanya ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti perubahan cuaca yang terbilang cepat. Termasuk diantaranya terjadi angin kencang, dari yang sebelumnya angin tenang.
 
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan, saat ini, segala persiapan telah diperhitungkan dengan cermat oleh BPBD Kota Batu agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan maksimal.
 
Apalagi Kota Batu juga memiliki pengalaman yang kurang bagus dengan kejadian angin kencang. Dimana dalam dua tahun terakhir, setiap memasuki pancaroba, Kota Batu selalu diterpa angin kencang. Yakni pada Februari 2018 dan Oktober 2019. Seperti diketahui, tahun lalu, angin kencang telah memporak-porandakan lahan pertanian di kawasan Desa Sumberbrantas. Bahkan tak sedikit rumah warga yang saat itu ikut menjadi korban angin kencang.
 
Selain waspada terhadap kejadian angin kencang, pihak BPBD juga mulai melakukan upaya antisipasi terhadap anomali iklim La Nina. La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan hujan di suatu kawasan turun secara berlebihan.
 
Untuk itu pihak BPBD bersama DPUPR Kota Batu mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi. Hal ini dikarenakan wilayah Kota Batu berpotensi mengalami banjir meskipun berada di dataran tinggi.
 
Pihak DPUPR sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar 3,5 miliar untuk perawatan saluran irigasi pada tahun ini. Namun hingga saat ini anggaran yang sudah terserap atau sudah terealisasi baru sekira 1,6 miliar.
 
Sementara itu sesuai rilis yang diterima BPBD Kota Batu dari BMKG Juanda, musim penghujan di Kota Batu tahun ini diprediksi bakal efektif mulai November mendatang dan puncak musim penghujan bakal terjadi pada januari hingga Februari 2021.

Hasan Syamsuri, Atv Melaporkan