Berbekal Senjata Airsoft Gun 2 Pelaku Curi Motor

Berbekal 2 senjata jenis Airsoft Gun dan kunci T, dua pelaku  yang sering melakukan pencurian kendaraan bermotor berhasil di ringkus oleh anggota Satreskrim Polresta Malang Kota. Satu  tersangka terpaksa dilumpuhkan  dengan timah panas di kakinya lantaran melawan petugas dengan senjata yang dibawanya.

Berbekal Senjata Airsoft Gun 2 Pelaku Curi Motor
Berbekal Senjata Airsoft Gun 2 Pelaku Curi Motor

AGROPOLITAN.TV - Berbekal 2 senjata jenis Airsoft Gun dan kunci T, dua pelaku  yang sering melakukan pencurian kendaraan bermotor berhasil di ringkus oleh anggota Satreskrim Polresta Malang Kota. Satu  tersangka terpaksa dilumpuhkan  dengan timah panas di kakinya lantaran melawan petugas dengan senjata yang dibawanya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mendampingi Kapolresta Malang Kota AKBP Bhudi Hermanto menjelaskan. Penangkapan kedua tersangka dilakukan di jalan Kerto Raharjo Ketawang Gede, saat patroli skitar pukul 02.30 wib.

LIHAT VIDEO BERITA DI SINI

Saat  kejadian, petugas melihat kedua tersangka mengendarai motor dengan gelagat mencurigakan. Dan benar saat dibuntuti, kedua pelaku melakukan  aksinya mencuri motor di salah satu rumah korban NS warga Jl. Kerto Raharjo Kel. Ketawang gede Kec. Lowokwaru.

Sebagai eksekutor pencurian adalah MB dan ZA yang mengawasi sekitar, setelah diketahui Anggota Resmob langsung memastikan dan mengejar kedua pelaku melakukan pencurian sepeda motor sampai di Jl. Raya Singosari Kec. Singosari Kab. Malang, Anggota Resmob berhasil memepet salah satu pelaku hingga akhirnya terjatuh.

Salah satu pelaku sempat akan menolong temannya yang terjatuh, namun pada saat dilakukan penangkapan, diantara pelaku sempat akan mengeluarkan senjata untuk melawan petugas hingga akhirnya dengan tindakan tegas dan terukur, petugas menembak kaki korban .

Akibat perbuatanya kedua pelaku mendapat ancaman berlapis yang mana sudah melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimum 7 tahun penjara dan Pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat Republik Indonesia No. 12 tahun 1951.

Saiful Akbar ATV