Bangkitkan Desa Wisata Dari Pandemi Covid19 Kemenparekraf Bagikan Perangkat Pendukung Protokol Kesehatan

Dinas pariwisata Kota Batu bersama kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (kemenparekraf) menggelar sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE. Atau singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Healthy (kesehatan), Safety (keselamatan), and Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan). Kegiatan ini dimaksudkan agar tempat wisata terutama desa wisata mampu bangkit dari kondisi terpuruk saat pandemic covid-19.

Bangkitkan Desa Wisata Dari Pandemi Covid19 Kemenparekraf Bagikan Perangkat Pendukung Protokol Kesehatan

agropolitan.tv -Dinas pariwisata Kota Batu bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) menggelar sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE. Atau singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Healthy (kesehatan), Safety (keselamatan), and Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan). Kegiatan ini dimaksudkan agar tempat wisata terutama desa wisata mampu bangkit dari kondisi terpuruk saat pandemic covid-19.

            Acara bertajuk sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE atau singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Healthy (kesehatan), Safety (keselamatan), and Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan) ini dilaksanakan di destinasi wisata desa lumbung stroberi, desa pandanrejo Kota Batu.

            Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq, dan Staf Deputi pengembangan destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman. Acara ini juga diikuti oleh Kepala Desa dan Lurah yang ada di Kota Batu seperti torongrejo, sidomulyo, bumiaji, songgokerto, pandanrejo, punten. Pemaparan program tersebut tentang protokol kesehatan bagi pelaku usaha desa wisata khusus desa wisata.

            Kemenparekraf secara simbolis memberikan sejumlah sarana dukungan CHSE kepada desa wisata dalam hal ini lumbung stroberi, desa pandanrejo. Diantaranya 20 botol hand sanitizer, 40 boks masker kain, 40 face shield, 2 sprayer disenfektan elektrik kapasitas 16 liter, 2 tempat sampah dan 4 jirigen disenfektan masing-masing kapasitas 5 liter.

           Staf deputi pengembangan destinasi dan infrastruktur kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman mengatakan sosialisasi CHSE ini merupakan program nasional di seluruh Kota/ Kabupaten di Indonesia secara bertahap. Khususnya pada daerah yang memiliki destinasi wisata yang baik. Tujuannya bersinergi menjaga tempat wisata untuk lebih baik lagi, sehingga harapannya tidak ada keraguan dari wisatawan untuk datang ke Kota Batu.

            Dadang menambahkan protokol kesehatan disusun untuk memberi rasa nyaman calon wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata di Kota Batu. Kota Batu memiliki potensi destinasi desa wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dari Jakarta dan luar negeri, sehingga kami berharap agar pelaku usaha wisata khususnya di desa-desa wisata dapat melaksanakan protokol kesehatan, dan bangkit dari keterpurukan wisata akibat pandemic covid-19.

           Kepala dinas pariwisata Kota Batu, Arif As Siddiq menjelaskan, kedepan pihaknya juga akan memberikan fasilitasi sertifikasi CHSE kepada desa wisata yang ada di Kota Batu secara bertahap. Karenanya pelaku usaha desa wisata didorong untuk segera mempelajari dan menerapkan protokol kesehatan.

           Dengan digelarnya sosialisasi CHSE, kemenparekraf berharap desa wisata bisa berdamai dengan covid-19 dengan syarat penerapan protokoler yang ketat sehingga ekonomi bisa tetap berjalan.

Ary fitriaji atv melaporkan